PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax RON 92 menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) mulai dirasakan masyarakat. Selisih harga yang cukup jauh membuat sebagian pengguna Pertamax memilih beralih ke Pertalite untuk menekan pengeluaran harian.
Penyesuaian harga tersebut membuat Pertamax mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp12.300 per liter. Tidak hanya Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi masih bertahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter.
Kenaikan harga BBM nonsubsidi ini langsung memicu respons dari sejumlah konsumen. Banyak pengguna kendaraan mulai mempertimbangkan kembali jenis bahan bakar yang digunakan sehari-hari.
Salah satunya Anang Febrian. Warga Dringu Probolinggo itu mengaku terpaksa beralih ke Pertalite setelah harga Pertamax mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
“Kalau sebelumnya masih bisa isi Pertamax, sekarang saya pilih Pertalite. Selisih harganya lumayan terasa untuk kebutuhan harian,” ujarnya.
Menurut Anang, kenaikan hampir Rp4.000 per liter membuat biaya transportasi menjadi lebih besar, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan setiap hari untuk bekerja maupun beraktivitas.
Baca Juga : BBM Naik, Driver Ojol di Tuban Mulai Hitung Ulang Pengeluaran Harian
Masyarakat Harap Harga Tetap Stabil
Kenaikan harga BBM selalu menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap biaya transportasi dan pengeluaran rumah tangga.
Anang juga berharap harga bahan bakar tidak kembali mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Tidak hanya itu, distribusi Pertalite diharapkan tetap aman, apabila terjadi peningkatan permintaan, akibat peralihan dari pengguna Pertamax.
“Saya harap stok pertalite aman, karena saya lihat sudah banyak penjual bensin yang kehabisan stok Pertalite” ujarnya.
Selain itu, masyarakat berharap kenaikan harga BBM tidak memicu lonjakan harga kebutuhan pokok maupun biaya distribusi barang yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.

SPBU Belum Hitung Dampak Kenaikan
Meski banyak konsumen mulai beralih ke Pertalite, dampak kenaikan harga Pertamax terhadap pola konsumsi BBM di SPBU belum bisa diketahui secara pasti.
Pengelola SPBU, Syaiful, mengatakan pihaknya masih menunggu data penjualan dalam beberapa hari ke depan untuk melihat perubahan serapan BBM setelah penyesuaian harga diumumkan.
“Sebab perubahan harga baru diumumkan tadi malam. Nanti setelah 24 jam baru kami lakukan rekap. Untuk melihat dampaknya secara menyeluruh mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu ke depan,” jelasnya.
Namun demikian, ia tidak menampik adanya potensi peningkatan konsumsi Pertalite jika semakin banyak pengguna Pertamax memutuskan beralih ke BBM subsidi.
Dalam beberapa momentum kenaikan harga BBM nonsubsidi sebelumnya, perubahan pola konsumsi masyarakat memang kerap terjadi. Pengguna kendaraan biasanya memilih jenis bahan bakar yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi ekonomi mereka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Umi kulsum
Editor: Mochamad Abdurrochim








