Hari Ini, RSI Ahmad Yani Surabaya Peringati Hari Pendengaran Sedunia - Tugujatim.id

Hari Ini, RSI Ahmad Yani Surabaya Peringati Hari Pendengaran Sedunia

  • Bagikan
Tim promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) di depan lampu lalu lintas Royal Plaza Mall Surabaya, Rabu (03/03/2021), pukul 07.30-08.00 WIB. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)
Tim promosi kesehatan rumah sakit (PKRS) di depan lampu lalu lintas Royal Plaza Mall Surabaya, Rabu (03/03/2021), pukul 07.30-08.00 WIB. (Foto: Rangga Aji/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya turut serta memperingati Hari Pendengaran Sedunia Rabu (03/03/2021). Ketua Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Drg Dian Permata Asri memaparkan agenda tersebut adalah kali pertama diadakan RSI Ahmad Yani Surabaya.

Mengulik lebih dalam, Drg Dian merasa prihatin terhadap minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan menjaga kesehatan pendengaran untuk meningkatkan kualitas hidup.

“Rumah Sakit Islam (RSI, red) Ahmad Yani Surabaya kali pertama mengadakan peringatan Hari Pendengaran Sedunia karena keprihatinan kami terhadap minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan menjaga kesehatan pendengaran untuk meningkatkan kualitas hidup,” terangnya kepada pewarta Tugu Jatim.

“Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pasien di poli THT (tenggorokan, hidung, dan telinga, red) yang datang dengan keadaan penyakit telinganya sudah parah,” imbuhnya.

Agenda peringatan itu, Drg Dian menjelaskan, diikuti 15 orang yang terdiri dari Dokter Gigi Umum, Dokter Spesialis THT-KL Perawat, Kepala Bagian Humas dan Pemasaran, Perwakilan Kepala Ruangan Rawat Inap, Perwakilan Anggota Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), Perwakilan Anggota Unit Humas dan Pemasaran, serta security. Selain itu, lokasi agenda ini di depan lampu lalu lintas Royal Plaza Mall Surabaya, pukul 07.30-08.00 WIB.

Selain itu, tema yang diusung tahun ini adalah “Peduli Pendengaran Untuk Semua”. Ini sebagai upaya meningkatkan kesadaran mencegah gangguan pendengaran dan ketulian serta mempromosikan perawatan kesehatan telinga dan pendengaran di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Rumah Sakit Islam (RSI) Ahmad Yani Surabaya menyediakan fasilitas pemeriksaan screening penyakit pendengaran, yaitu pemeriksaan OAE (‘Oto Accoustic Emission’, red) adalah screening (deteksi dini, red) pendengaran bayi baru lahir yang menangkap emisi pada koklea. Bila uji OAE menyatakan ‘PASS’ dan bayi tidak memiliki faktor risiko, maka kemudian bayi akan dilakukan diagnostik pendengaran lanjutan pada umur 1-3 tahun,” imbuhnya.

Sedangkan apabila hasil OAE diketahui adanya tuli saraf, maka bayi tersebut harus segera dilakukan rehabilitasi pendengaran. Hal itu dilakukan sedini mungkin dengan menggunakan alat bantu dengar (ABD) paling lambat umur 6 bulan atau melakukan implan koklea.

Untuk penyebab gangguan pendengaran bayi baru lahir sangat bervariasi, mulai dari infeksi “TORCHS” pada masa hamil hingga riwayat keluarga dengan tuli saraf sejak lahir. Gangguan pendengaran pada bayi bisa juga disebabkan kelainan anatomi atau infeksi otak pada poli audiometri.

Drg Dian melanjutkan, dia juga turut memberi tahu soal indikator seseorang disebut sebagai gangguan pendengaran. Yaitu:

a. Sering meminta seseorang untuk mengulang pembicaraan.
b. Telinga Anda berbunyi atau berdenging.
c. Sering menyalakan radio, televisi, dan musik dengan suara yang keras.
d. Orang memberi tahu bahwa Anda berbicara dengan keras.
e. Anda kesulitan mengikuti pembicaraan.

“Harapan saya, agar masyarakat lebih sadar lagi akan pentingnya deteksi dini dan menjaga kesehatan pendengaran untuk kualitas hidup yang lebih baik dan bahagia,” ujarnya.

Sebagai informasi, Drg Dian juga memberi pesan untuk masyarakat agar lebih memperhatikan kebiasan buruk seperti batasi penggunaan “headset/earphone” kurang lebih 1 jam/hari, memperhatikan volume saat menggunakan “headset/earphone” karena volume yang terlalu tinggi dapat merusak kesehatan telinga, dan memeriksa pendengaran secara rutin. (Rangga Aji/ln)

 

 

  • Bagikan