Hari Pahlawan dan Potret Pemuda Masa Kini

hari pahlawan tugu jatim
Adrian Tjokro. Foto: dok Adrian Tjokro

Oleh: Adrian Tjokro*

Peringatan Hari Pahlawan jangan hanya dijadikan seremoni saja, tapi harus dimaknai betul sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat kepahlawanan di masyarakat.

Khususnya peran pemuda masa kini yang hidup di tengah era digital, nilai-nilai kepahlawanan harus ditanam dari usia dini agar kesadaran dan tanggung jawab sebagai generasi penerus untuk tetap berada pada benang merah perjuangan pahlawan bangsa tidak putus. Pelestarian nilai-nilai dan karya perjuangan pahlawan harus sampai di setiap jiwa pemuda.

Terlebih kondisi saat ini di mana sebagian besar pemuda sudah banyak yang melenceng akibat dari masuknya budaya asing, mereka jadi buta dengan sejarah, tidak mau belajar sejarah bahkan cenderung apatis. Pemuda sekarang hanya mementingkan konten untuk meraup kepopuleran dan keuntungan pribadi, jangankan bicara 200 tokoh pahlawan nasional, pahlawan di uang Republik Indonesia saja mungkin mereka tidak kenal.

Padahal pahlawan dulu susah berjuang, sekarang kita mudah bersenang-senang, lantas apakah harus disebut pemuda lancang jika jasa pahlawan tidak dikenang?

Ingat, kita ini hanya hanya diantarkan sampai ke pintu gerbang kemerdekaan, tugas kita sekarang untuk mengisi kemerdekaan dengan rasa tanggung jawab yang dilandasi dari sejarah bangsa yang di mana terdapat nilai-nilai luhur dari perjuangan para pahlawan bangsa. Patriotisme, nasionalisme, rela berkorban dan sifat gotong royong yang harus ada di jiwa pemuda masa kini. Mari kita kita teladani semangat dan jiwa pahlawan.

*Penulis merupakan Canggah HOS Tjokroaminoto.