SURABAYA, Tugujatim.id – Polda Jatim mengungkap hasil identifikasi sementara dari kasus penemuan kerangka manusia di Saluran Rumah Pompa Wonorejo 1, Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya, Rabu (25/09/2024).
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim ahli forensik Bid Dokkes Polda Jatim kesulitan mengungkap identitas pemilik kerangka manusia tersebut karena kondisinya yang rapuh.
“Misalnya kami bilang itu tidak bisa jadi tinggal sisa rangka, berupa buing-buing dari tulang,” kata Ahli Forensik dr Ma’rifatul Ula di Kantor Bid Dokkes Polda Jatim pada Senin (30/09/2024).
Baca Juga: Netralitas ASN Jelang Pilkada 2024, Lembaga Pemantau: Perlu Pantau dari Hulu ke Hilir
Sehingga, dari 21 serpihan tulang yang diamankan, hanya beberapa bagian yang berhasil diidentifikasi. Di antaranya bagian belakang tulang tengkorak dan dahi.
“Untuk kepala sendiri seperti tengkorak itu hanya kami dapatkan bagian belakangnya saja, kemudian kalaupun ada satu lagi itu cuma bagian dahi saja sehingga identifikasi itu susah dilakukan,” bebernya.
Kondisi tulang yang hanya tersisa berupa serpihan menghambat proses identifikasi. Sehingga, tim Ahli Forensik belum dapat memastikan post-mortmen interval dari kerangka manusia itu. Namun, diperkirakan berusis lebih dari 20 tahun.
“Jadi kami untuk menentukan meninggalnya kapan, post-mortem intervalnya itu agak susah karena kondisinya yang rapuh,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ma’rifatul menjelaskan hasil identifikasi sementara, polisi menduga jika pemilik kerangka tersebut salah satunya merupakan berjenis kelamin perempuan.
“Tidak bisa ditentukan, kami kemungkinan besar memang jenis perempuan, tapi tidak begitu yakin. Karena untuk menilai jenis kelamin itu kan tidak boleh hanya satu fitur tulang saja, dari beberapa fitur,” jelasnya.
Namun, hal itu belum dapat dipastikan lebih detail karena yang mampu diidentifikasi hanya di bagian bongkahan tulang. Sementara bagian lainnya sudah mengalami kerusakan akibat terkikis.
“Nah, karena kondisinya cuman sebongkah atau potongan tersebut sehingga kami cuma bisa bilang kemungkinan besar bisa jadi memang bukan perempuan, tapi bisa jadi jenis kelamin lainnya. Tapi kita masih tidak bisa karena kondisinya yang terlalu rusak tersebut,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








