TUBAN, Tugujatim.id – Penyelidikan dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMKN Palang, Kabupaten Tuban, mulai menemukan titik terang. Polres Tuban memastikan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan MBG dan muntahan korban sudah keluar.
Namun, polisi menegaskan pemeriksaan masih akan dilanjutkan untuk memastikan ada tidaknya kaitan dengan kasus yang menimpa lima siswa tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Dimas Robin Alexander menyampaikan perkembangan terbaru itu kepada wartawan. Menurut dia, hasil uji laboratorium sampel makanan MBG memang sudah diterima, tetapi belum bisa menjadi kesimpulan akhir.
Baca Juga: Pasien Dugaan Keracunan MBG di Tuban Sudah Pulih, RS Pastikan Kondisi Stabil
“Betul, hasil uji laboratorium sudah keluar. Tetapi pemeriksaan belum sempurna, sehingga masih perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. Kami ingin mengetahui apakah ada korelasi antara hasil lab dengan dugaan keracunan para siswa,” jelas Dimas, Jumat (03/10/2025).
Dimas menambahkan, pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memperkuat validitas data. Dengan begitu, kepolisian bisa memastikan penyebab pasti yang membuat sejumlah siswa harus dirawat di rumah sakit usai menyantap menu MBG.
“Nanti disampaikan ya setelah lengkap,” tegasnya.
Polisi Uji Lab Makanan MBG untuk Hasil Akurat
Diberitakan sebelumnya, polisi telah mengirimkan sampel makanan MBG dan muntahan korban ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Langkah ini diambil agar hasil lebih komprehensif dan akurat.
Seperti diberitakan sebelumnya, lima siswa SMKN Palang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu makanan MBG berupa nasi goreng, lalapan timun, telur ceplok, dan buah anggur pada Rabu (24/09/2025). Mereka adalah Achmad Ilqo Atthoillah, Francce Lina Jessyla Aulia, Siti Khoirul Nisa, Hijrayatul Nasyiin, dan Lira Firna.
Kelima siswa sempat menjalani observasi di RSUD dr R. Koesma Tuban. Namun, beberapa di antaranya kembali drop hingga harus dirawat ulang. Gejala yang dialami cukup beragam, mulai mual, muntah, lemas, sakit perut, hingga sesak napas.
Kasus ini menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa. Program MBG yang seharusnya menyehatkan justru membuat khawatir karena dianggap belum terjamin keamanan dan kualitasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








