MOJOKERTO, Tugujatim.id – Mojokerto bukan hanya tentang pegunungan hijau dan kota kecil yang tenang. Di balik kesederhanaannya, tersimpan jejak peradaban besar yang pernah mengukir sejarah Nusantara—Kerajaan Majapahit sebagai heritage Mojokerto.
Melalui berbagai situs purbakala di kawasan Trowulan, Anda bisa menelusuri kembali denyut kejayaan masa lalu. Dari candi-candi megah, kolam kerajaan, hingga desa wisata yang mempertahankan arsitektur khas Majapahit, heritage Mojokerto ini menjadi saksi bisu kehebatan leluhur kita.
Baca Juga: 10 Rekomendasi Taman Bermain Anak Mojokerto, Seru-seruan bareng Keluarga
Deretan Kekayaan Heritage Mojokerto yang Luar Biasa
Di balik tumpukan bata merah dan lorong-lorong sunyi peninggalan masa lalu, ada cerita tentang kejayaan, kearifan, dan peradaban yang tinggi. Yuk, kita telusuri bersama!
1. Candi Brahu: Di Antara Misteri dan Meditasi
Perjalanan bisa dimulai dari Candi Brahu di Desa Bejijong. Candi ini tampak tenang berdiri di tengah hamparan hijau. Banyak yang percaya bahwa di sinilah para raja Majapahit dibakar jenazahnya.
Namun, arkeolog tidak menemukan sisa kremasi di dalamnya. Meski begitu, melansir dari laman Direktorat Jenderal Kebudayaan, ditemukan sebuah prasasti Alasantan menguatkan dugaan bahwa candi ini merupakan candi yang paling tua yang ada di wilayah Trowulan.
Suasananya sangat cocok untuk refleksi, baik saat pagi hari ketika kabut masih menyelimuti pelataran candi ataupun sore hari ketika matahari sudah tidak terlalu terik.
2. Candi Tikus: Bukti Teknologi Irigasi yang Canggih
Tidak jauh dari situ, Anda bisa menemukan Candi Tikus, sebuah struktur pemandian kuno yang menakjubkan. Melansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Mojokerto, candi ini disebut “Tikus” karena saat pertama kali ditemukan, situs ini dipenuhi sarang tikus.
Namun jangan salah, justru struktur ini memperlihatkan kecanggihan sistem tata air Majapahit. Anak-anak pun suka bermain air di pelatarannya, sementara orang dewasa bisa membayangkan betapa modernnya kerajaan ini pada zamannya.
3. Wringin Lawang: Gerbang Agung Menuju Masa Lalu
Lanjutkan perjalanan ke Gapura Wringin Lawang. Melansir dari laman Pemerintah Kabupaten Mojokerto, sepasang gapura kembar merah menjulang tinggi ini dulunya menjadi gerbang masuk menuju kompleks bangunan penting yang berada di pusat kekuasaan Majapahit.
Kata “Wringin Lawang” sendiri berarti “Pintu Beringin.” Meskipun sekarang tidak ada lagi istana di baliknya, melangkah melewati gerbang ini seolah membuka pintu ke masa lalu. Angin yang berembus di antara celah bata terasa membawa bisikan sejarah.
4. Maha Vihara Majapahit: Damai dalam Tidur sang Buddha
Di Trowulan juga terdapat Maha Vihara Majapahit, tempat yang populer karena patung Buddha tidur berlapis emas. Panjangnya sekitar 22 meter, menjadikannya salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Suasana di sini sangat damai, cocok untuk meditasi atau sekadar duduk diam menikmati keheningan. Banyak pengunjung datang untuk berfoto, tapi juga tidak sedikit yang benar-benar datang untuk mencari ketenangan batin.
5. Situs Siti Inggil: Ziarah dan Refleksi Sejarah
Situs Siti Inggil di Desa Bejijong kerap disebut sebagai pemandian bagi para bangsawan Majapahit. Meski berbentuk seperti makam, Situs Siti Inggil bukanlah sebuah makam yang berfungsi menyemayamkan jenazah para bangsawan Majapahit terdahulu.
Melansir dari laman Pemerintah Kabupaten Mojokerto, situs Siti Inggil ditemukan pada 1816, jauh sebelum Indonesia merdeka. Kompleks ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya tentang bangunan, tapi juga tentang orang-orang yang pernah mengukirnya.
6. Kolam Segaran: Tempat Raja Menjamu
Kolam Segaran menjadi bukti bahwa Majapahit bukan hanya kuat secara militer, tapi juga makmur secara ekonomi dan budaya. Kolam raksasa ini dulunya digunakan untuk menjamu tamu kerajaan.
Baca Juga: 15 Situs Sejarah Mojokerto Wajib Dikunjungi, Ada Jejak Megah Majapahit
Melansir dari ganto.co, Kolam Segaran ini juga digunakan sebagai tempat menyimpan cadangan air yang nantinya digunakan oleh penduduk sekitar untuk mengairi sawah mereka. Konon, setelah para tamu selesai makan, alat makan dari emas dibuang ke dasar kolam sebagai simbol kemakmuran. Entah benar atau tidak, cerita tersebut tetap membuat kolam ini menarik untuk dikunjungi.
Peninggalan-peninggalan sejarah yang kini menjadi heritage Mojokerto bukan hanya sekadar tumpukan batu bata yang disusun sedemikian rupa di masa lalu. Namun, hal tersebut menunjukkan bagaimana peradaban di masa lalu tersebut memiliki nilai-nilai kebudayaan, kehidupan, serta pemikiran yang sudah maju. Mulai dari candi-candi hingga sistem tata kelola air, semuanya menjadi bukti kehebatan leluhur kita. Destinasi-destinasi sejarah di atas tidak hanya menawarkan wisata, namun juga berisi pengetahuan tentang identitas leluhur bangsa kita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Saddam Alvaro N.P/Magang
Editor: Dwi Lindawati







