TUBAN, Tugujatim.id – Aroma khas ikan asap di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Jatim, seakan menjadi penanda tersendiri bagi para pemudik yang melintas di Jalur Pantura. Di momen Lebaran seperti sekarang, lapak-lapak sederhana di pinggir jalan justru ramai diserbu pembeli yang mencari oleh-oleh khas pesisir.
Salah satunya terlihat di lapak milik Nur Hamidah, penjual ikan asap yang sudah cukup lama berjualan di kawasan tersebut. Dia menyediakan beragam jenis ikan asap, mulai dari tongkol, benggol, kuningan, hingga perkutut. Semua ditata sederhana, namun justru menarik perhatian para pengendara yang melintas.
Baca Juga: Berkah Liburan, Pedagang Ikan Asap Tuban Raup Untung hingga Jutaan Rupiah
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Untuk satu ekor ikan asap, dibanderol mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu, tergantung ukuran dan jenisnya. Dari berbagai pilihan itu, ikan tongkol menjadi yang paling banyak diminati pembeli.
“Paling banyak dicari itu tongkol. Rasanya khas dan cocok buat oleh-oleh,” ujar Nur Hamidah.
Penjualan Pedagang Naik Signifikan
Di momen arus mudik dan balik Lebaran, penjualannya meningkat cukup signifikan. Dalam sehari, dia mengaku bisa menjual lebih dari 30 kilogram ikan asap. Seluruh ikan yang dijual merupakan hasil tangkapan nelayan setempat yang kemudian diolah menjadi ikan asap.
“Kalau musim seperti ini bisa lebih dari 30 kilo sehari. Ini dari hasil nelayan sini juga,” tambahnya.

Menariknya, Nur Hamidah tidak setiap hari berjualan di pinggir jalan. Dia hanya membuka lapak di sepanjang Pantura saat momen tertentu seperti Lebaran, ketika arus kendaraan meningkat dan peluang pembeli lebih besar. Sementara di hari biasa, dia memilih berjualan di pasar.
“Kalau momen Lebaran seperti ini lumayan ramai. Malah biasanya lebih ramai saat arus balik,” ungkapnya.
Fenomena ini memang sudah menjadi kebiasaan tersendiri bagi para pemudik yang melintasi jalur Pantura Tuban. Ikan asap kerap dijadikan buah tangan karena selain memiliki cita rasa khas, juga lebih tahan lama selama perjalanan.

Salah satu pemudik, Nur Kholis, mengaku sengaja berhenti untuk membeli ikan asap saat melintas di jalur tersebut. Baginya, membeli ikan asap sudah menjadi tradisi setiap kali mudik Lebaran.
“Pasti kalau lewat Pantura ini yang dicari ikan asap buat oleh-oleh. Rasanya khas dan bisa tahan lama,” ujarnya.
Baca Juga: Kampung Ikan Asap, Destinasi Wisata Baru Kota Pasuruan
Dia mengaku memilih ikan tongkol sebagai favoritnya. Selain rasanya yang gurih, ikan tersebut juga mudah diolah kembali ketika sudah sampai di rumah.
“Tadi beli ikan tongkol. Memang favorit kalau mudik beli di sepanjang jalan sini,” tambahnya.
Dengan meningkatnya arus kendaraan saat arus balik, para pedagang berharap penjualan ikan asap terus meningkat. Bagi mereka, momen Lebaran bukan sekadar tradisi, tetapi juga berkah tersendiri yang membawa rezeki dari para pemudik yang singgah sejenak di jalur Pantura Tuban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








