News  

Indonesia “Darurat” Sampah Sisa Makanan!

Ilustrasi tumpukan sampah makanan. (Foto: Pexels/Tugu Jatim) retribusi sampah
Ilustrasi tumpukan sampah makanan. (Foto: Pexels)

Tugujatim.id – Tahukah Anda bahwa kebiasaan membuang sampah sisa makanan dilakukan oleh 240 juta warga Indonesia, bahkan warga di dunia? Sisa makanan yang kelihatan sedikit di piring dapat menjadi limbah makanan yang sangat berbahaya bagi lingkungan lho!

Salah satu wadah pengelolaan masalah pangan dan pertanian dunia, yakni PBB, telah melakukan penelitian perihal Save Food: Global Invitative on Food Loss and Waste Reduction. Tumpukan sampah makanan berkisar 1,3 miliar ton itu terbuang setiap tahunnya, baik itu karena sengaja atau tidak sengaja telah dibuang.

Perihal adanya sampah makanan, Indonesia turut menyumbangkan limbah yang sangat memprihatikan. Bahkan, menurut Food Sustainability Index, warga negara Indonesia dapat membuang hingga 87 juta ton sampah makanan per tahun.

Saat ini, banyak dari kita yang berpikir bahwa sampah plastik sebagai masalah besar perubahan iklim. Namun, banyak yang tidak menyadari jika salah satu sumber masalah pemanasan global timbul dari adanya sampah sisa makanan.

Sampah makanan yang membusuk di TPA 28 kali lebih berbahaya untuk alam dengan mengeluarkan 34 persen emisi gas metana (CH4). Gas metana salah satu jenis green house gas yang mampu mempercepat penipisan lapisan ozon bumi.

Melihat sederet permasalahan akibat adanya sampah sisa makanan, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi timbulnya sampah di sekitar lingkungan.

1. Rencanakan Daftar Belanjaan

Dalam daftar belanja bulanan ataupun sehari-hari lakukan perencanaan terlebih dulu. Pastikan Anda membeli hal-hal yang memang menjadi kebutuhan.

2. Simpan Bahan Makanan

Anda harus menyimpan bahan makanan dengan benar untuk memperlambat proses pembusukan. Food storing dapat dilakukan dengan menyimpan makanan sesuai dengan suhu yang dibutuhkan.

3. Bawalah Kotak Makan Sendiri

Saat bepergian ke luar rumah, Anda sebaiknya membawa kotak makanan sendiri. Hal tersebut dilakukan agar saat makanan masih tersisa, Anda tetap bisa membawanya pulang ke rumah. Hal tersebut tak hanya mengurangi sampah sisa makanan, tapi juga mengurangi penggunaan bahan plastik.

4. Jadikan Sisa Makanan sebagai Pupuk

Jika di rumah ada sampah makanan, sebaiknya menjadikannya sebagai pupuk kompos. Menjadikan sampah sisa makanan sebagai pupuk kompos tentunya dapat memberikan manfaat baik bagi manusia ataupun lingkungan.

Meski di Indonesia terbilang sebagai salah satu negara yang terbelakang untuk menangani pengelolaan sampah, tak lantas membuat pemerintah serta masyarakat hanya terdiam melihat tumpukan sampah yang semakin menggunung.

Gerakan peduli terhadap lingkungan dengan mengelola sampah tetap dapat dilakukan mulai dari kesadaran diri sendiri. Selain itu, menerapkan pola gaya hidup sehat dengan tidak terlalu konsumtif. Kebiasaan ini tentunya harus perlahan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.