Inflasi Kota Malang Tahun 2020 Jadi yang Terendah Sepanjang 10 Tahun Terakhir

  • Bagikan
Salah satu warung di Kota Malang. Inflasi Kota Malang tahun 2020 sendiri hanya sebesar 1,42 persen. (Foto: Fen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Salah satu warung di Kota Malang. Inflasi Kota Malang tahun 2020 sendiri hanya sebesar 1,42 persen. (Foto: Fen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Menutup akhir tahun 2020, Kota Malang kembali mengalami inflasi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, angka inflasi sepanjang tahun 2020, tercatat sebesar 1,42 persen dan menjadi yang terendah selama 10 tahun terakhir.

“Untuk Year on Year (YoY), pada 2020 sebesar 1,42 persen merupakan yang terendah dalam sepuluh tahun terakhir,” kata Kepala BPS Kota Malang, Sunaryo.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Jika diurutkan, tercatat pada tahun 2011, Kota Malang mengalami inflasi sebesar 4,05 persen. Kemudian, tahun 2012 sebesar 4,6 persen. Tahun 2013 sebesar 7,92 persen.

Tahun 2014 sebesar 8,14 persen, tahun 2015 sebesar 3,32 persen, tahub 2016 sebesar 2,62 persen, tahun 2017 sebesar 3,75 persen, tahub 2018 sebesar 2,98 persen dan tahun 2019 sebesar 1,93 persen.

Baca Juga: Label Syariah Dijadikan Modus Developer Nakal Tipu Konsumen

Lebih jauh, Sunaryo menjelaskan, bahwa salah satu faktor yang mendorong inflasi adalah pengeluaran pada kelompok makanan, minuman,dan tembakau, yang mengalami inflasi sebesar 3,95 persen, dengan andil 0,86 persen.

“Selain itu, kelompok lain yang mendorong terjadinya inflasi pada 2020 adalah pakaian dan alas kaki sebesar 1,76 persen dengan andil 0,10 persen dan perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 6,18 persen, dengan andil 0,36 persen,” ujar dia

Pun, dari jenis komoditas, kenaikan harga emas perhiasan merupakan yang tertinggi sebesar 26,78 persen, dengan andil 0,20 persen. Kemudian, rokok kretek filter naik 10,16 persen, dengan andil 0,14 persen, dan daging ayam ras naik 6,47 persen, dengan angka sebesar 0,08 persen.

“Sedangkan untuk kelompok pengeluaran yang menahan inflasi pada 2020, adalah kelompok transportasi yang mengalami deflasi 2,64 persen, dengan memberikan andil deflasi 0,35 persen,” tandas dia. (fen/gg)

  • Bagikan