• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salah satu perajin tempe tengah memproduksi keripik. (Foto: Azm/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Salah satu perajin tempe tengah memproduksi keripik. (Foto: Azm/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Harga Kedelai Melonjak, Perajin Tempe di Kampung Sanan Malang Menolak Mogok

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id- Melambungnya harga kedelai di pasaran tak membuat produsen tempe di Kota Malang mandek berproduksi. Kebutuhan hidup terlebih di masa sulit pandemi rupanya membuat mereka tetap bertahan. Tak seperti yang dilakukan para produsen tempe di Jakarta dan Jawa Barat yang melakukan mogok produksi.

”Ya kalau kami ikutan mogok jadi gak bisa makan, Mas. Meski naik (harga kedelai) tetap disiasati. Yang penting tetep jalan (produksi),” ujar Laili Afrida, 58, salah satu produsen keripik tempe di Sentra Industri Tempe, Kampung Sanan, Kota Malang, kepada reporter Tugu Malang ID, partner Tugu Jatim, Selasa (5/1/2021).

You might also like

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

19/07/2026 2:05 PM
Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

19/07/2026 12:53 PM

Perempuan yang menekuni produksi keripik tempe sejak 2008 silam ini mengaku dirinya bahkan warga perajin lain tidak terpengaruh dengan naiknya harga bahan baku kedelai.

Dia mengatakan, masing-masing perajin punya pelanggan sendiri dan punya siasat masing-masing agar biaya produksi tidak membengkak. Sebagian mengurangi isi hingga sebagian lain menaikkan harga.

”Harga di kami (olahan tempe) tidak bisa ikutan naik. Saya kan harus menjaga kualitas. Akhirnya ya mau gak mau mengurangi isi. Tapi kadang diikhlaskan saja. Jadi hanya omzet saja yang berkurang. Yang penting langganan tetap dijaga,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Ketua Paguyuban Sentra Industri Tempe Sanan M. Arif Sofyan Hadi, dari total sekitar 636 perajin tempe dan keripik tempe di Kampung Sanan memilih untuk tetap berproduksi. Hanya memang dampak penurunan produksi sudah dialami sejak pandemi merebak.

”Dari yang produksi sehari sekali, sekarang cuma seminggu sekali. Kadang juga hanya produksi waktu ada pesanan saja. Banyak juga perajin yang libur dan banting setir,” kata dia.

Seperti diketahui, kenaikan bahan baku kedelai ini sudah terjadi sejak sekitar Agustus 2020. Dari yang semula Rp 6.500 per kilogram, tiap bulannya terus merangkak hingga kini mencapai Rp 9.200-Rp 10.000 per kilogram. (azm/ln)

Tags: harga kedelaikedaliKota MalangMalangtahutempe
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bojonegoro.

Bojonegoro Terima DBH PBB Rp116,6 Miliar, Sektor Migas Jadi Penyumbang Terbesar

by Dwi Linda
19/07/2026 2:05 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kembali menerima penyaluran Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar...

Unesa

Diduga Lakukan Kekerasan Verbal di Grup Whatsapp, Unesa Nonaktifkan Enam Mahasiswa

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 12:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 6 mahasiswa vokasi dinonaktifkan sementara selama proses investigasi yang dilakukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan...

Jawa Timur

Variasi Cuaca di Jawa Timur Mencolok, Dominasi Udara Kabur Berbanding Terbalik dengan Suhu Cerah yang Tinggi

by Mochamad Abdurrochim
19/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Minggu (19/07/2026) menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup kontras antara wilayah satu dengan lainnya....

Jalan Menuju Surga.

Jalan Menuju Surga di Kota Malang Viral Bikin Penasaran, Ternyata Dibangun untuk Antar Jenazah

by Dwi Linda
18/07/2026 6:15 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebuah gang kecil di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, belakangan viral di media sosial karena memiliki...

Next Post
Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora yang diresmikan oleh Menteri PUPR dan Mensesneg, Minggu (3/1/2021) lalu. (Foto: Mila Arinda/Tugu Jatim)

Menteri PUPR: Tiga Ruas Jalan Baru akan Dibangun di Bojonegoro Tahun 2021

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID