• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
fakta kasus pelaku cium jenazah

Foto hasil tangkap layar video viral aksi perebutan jenazah COVID-19 di RST Supraoen, Malang. (Foto: Dokumen)

Insiden Fatal Keluarga Cium Jenazah COVID-19 di Malang, Begini Tanggapan Wali Kota

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
1
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG – Kota Malang kembali menjadi bahan perbincangan di lini masa lantaran video viral yang menunjukkan jenazah pasien PDP COVID-19 dicium salah satu anggota keluarga. Informasi yang dihimpun, lokasi video itu ada di Kota Malang, tepatnya di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen, Malang.

Jenazah laki-laki yang belakangan diketahui adalah pendiri sebuah masjid ini merupakan warga Buring, Kota Malang. Ia ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19 karena memiliki gejala klinis. Saat itu, jenazah akan dibawa ke RS Saiful Anwar untuk dipulasarakan dan dikubur dengan standar prosedur COVID-19.

You might also like

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

21/07/2026 11:17 AM
Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

21/07/2026 10:00 AM

Hingga kemudian terjadilah insiden fatal tersebut.  Dalam video berdurasi hampir dua menit itu, tampak seorang pria berpeci membuka paksa kantong jenazah dan kemudian mencium jenazah. Ia tampak menyangkal berbagai imbauan petugas. Dia juga sempat merebut dan menggeret jenazah untuk dibawa pulang menggunakan mobil pribadi.

”Gowo moleh ae, gak usah digowo nang Celaket. Aku sing nggowo moleh. Wis meneng, nggak usah (Dibawa pulang saja. Gak usah dibawa ke RSSA. Sudah diam. Tidak perlu),” kata pria itu dalam video dengan nada tinggi.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, mulanya jenazah sudah akan diberangkatkan ke RSSA. Hingga kemudian terjadi friksi alias perpecahan dalam keluarga dimana ada satu anggota yang menolak jenazah dibawa, dimakamkan sesuai prosedur. Informasi yang dihimpun Sutiaji, keluarga menolak dikarenakan hasil rapid test jenazah non-reaktif.

sutiaji 2
Wali Kota Malang, Sutiaji ketika ditemui awak media. (Foto: Ulul Azmy)

”Jadi sebenarnya ada friksi. Tadinya keluarga sudah patuh. Tapi ada satu anggota yang menolak lalu nyelonong merebut, membuka paksa hingga mencium jenazah. Nah akhirnya banyak anggota keluarga yang terprovokasi dengan pria ini,” ungkapnya kepada awak media, Selasa (11/8/2020).

Sebagai tindak lanjut Satgas COVID-19, pihaknya langsung melakukan tracing dan rapid test terhadap semua anggota keluarga terkait di insiden itu. Dan, khusus untuk pria yang mencium kata Sutiaji adalah warga domisili luar kota. Hasilnya, masih belum diketahui. ”Nanti kita akan tindak lanjuti segera,” katanya.

Sutiaji menyayangkan atas kejadian ini mengingat angka kasus COVID-19 di Kota Malang masih tinggi. Ia meminta maaf atas ketidaktegasan perangkat daerah setempat dalam mengantisipasi kejadian fatal seperti ini. ‘

‘Kalau liat videonya kan terkesan ada pembiaran. Tidak tegas. Seharusnya pihak lurah bisa bergerak cepat untuk nge-cut,” ujarnya.

Selain itu, ia juga ingin dari pihak rumah sakit untuk mempercepat proses pemulasaraan sehingga tidak sampai terjadi insiden fatal.

“Saya minta agar rumah sakit ada percepatan penanganan. Jangan sampai ada proses panjang sehingga memberi ruang orang untuk membisiki untuk membawa pulang jenazah,” jelasnya.

Sutiaji juga mengklarifikasi bahwa jenazah ini akhirnya tetap dimakamkan sesuai prosedur. Dalam video yang beredar, papar dia hanya terpotong di adegan perebutan jenazah. Faktanya, jenazah tidak jadi dipulangkan ke rumah duka.

”Itu akhirnya keluarga setuju jenazah dikubur sesuai prosedur. Jenazah juga sempat disalati tapi tidak turun dari ambulan. Sementara, soal sudah di-swab atau belum, nanti saya tindak lanjuti,” pungkasnya.

 

Reporter: Ulul Azmy
Editor: Gigih Mazda

Tags: corona virusCOVID-19 covid19Kota MalangMalang RayaSutiajiWali Kota Malang
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Next Post
Optimalkan Peran SDM, Dua Perguruan Tinggi di Kota Malang Raih Peringkat Atas Pendanaan PKM 2020

Optimalkan Peran SDM, Dua Perguruan Tinggi di Kota Malang Raih Peringkat Atas Pendanaan PKM 2020

Comments 1

  1. Pingback: Viral Keluarga Cium Jenazah COVID-19 di Malang, Hasil Keluar Positif - Tugujatim.id

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID