Irham Thoriq: Menulis Tanpa Membaca seperti Bongkahan yang Terlihat Kosong

  • Bagikan
CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq saat menyampaikan pesan dalam pelatihan jurnalistik bersama Pondok Inspirasi dan Tugu Media Group yang digelar secara virtual, Sabtu (12/6/2021). (Foto: Dokumen)
CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq saat menyampaikan pesan dalam pelatihan jurnalistik bersama Pondok Inspirasi dan Tugu Media Group yang digelar secara virtual, Sabtu (12/6/2021). (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Jika ingin menulis, yang paling penting adalah memulai. Karena menulis diibaratkan seperti orang naik sepeda, jika terjatuh harus bangun dan kayuh lagi, dan terus diulang. Begitupun sama halnya dengan menulis yang butuh ketelatenan dan usaha, salah satunya dengan membaca. Jika menulis tanpa membaca, tulisan tersebut seperti bongkahan yang terlihat kosong.

“Jadinya belajar juga sambil memulai dan mencoba. Dengan membaca kita bisa menjadi pribadi yang tumbuh, yang terus belajar,” kata CEO Tugu Media Group, Irham Thoriq dalam gelaran pelatihan jurnalistik oleh Pondok Inspirasi bersama Garuda Literasi dan Tugu Media Group yang diadakan untuk mahasiswa Indonesia pada Sabtu (12/06/2021).

Untuk itu, apabila seseorang ingin membuat tulisan yang enak dibaca, maka penulisnya juga harus rajin membaca. Literasi juga dikatakan mampu menuntun seseorang kepada arah kesuksesan dengan hasil mampu meminimalisir kekeliruan.

“Salah satu yang menjadi tujuan ilmu jurnalistik adalah membenarkan kekeliruan, intinya bagaimana seseorang mampu membuat tulisan yang baik, membuat konten yang bermanfaat untuk orang sekitar,” jelas Thoriq, sapaan akrabnya.

Gelaran pelatihan jurnalistik bersama Pondok Inspirasi dan Tugu Media Group yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (12/6/2021). (Foto: Dokumen)
Gelaran pelatihan jurnalistik bersama Pondok Inspirasi dan Tugu Media Group yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Sabtu (12/6/2021). (Foto: Dokumen)

“Maju tidaknya bangsa ini, saya yakin dari pendidikan, dan media massa bagian dari pendidikan tersebut, bagaimana media ini mampu mencerahkan,” sambungnya.

Thoriq berharap, siapa saja yang ingin menulis kebenaran tak perlu ragu, dan tak perlu pesimis jika tulisan tersebut belum ada yang membaca. Bisa jadi sebuah tulisan yang dibuat mampu menggerakkan orang lain menjadi baik, seperti tulisan yang bermanka memotivasi orang lain.

Di dalam diskusinya, Thoriq menyarankan pentingnya memulai menulis yaitu berawal dari diri sendiri dan melihat lingkungan sekitar. Ia berharap penulis tersebut mampu menciptakan konten-konten yang berkualitas dan bermanfaat bagi orang lain.

“Kebutuhan orang itu kebutuhan tidak hanya makan dan minum, tetapi bagaimana beraktualisasi dan itu positif untuk orang lain. Ketika sudah berbuat positif dengan orang lain maka insyaallah bisa menjadi orang yang bermanfaat dan sukses di kemudian hari,” tuturnya.

Semua itu disampaikan dalam pelatihan jurnalistik oleh Pondok Inspirasi bersama Garuda Literasi dan Tugu Media Group yang diadakan untuk mahasiswa Indonesia pada Sabtu (12/06/2021).

Sebagai informasi, pelatihan jurnalistik oleh Pondok Inspirasi bersama Garuda Literasi dan Tugu Media Group yang digelar Sabtu (12/6/2021) kemarin ini digelar secara gratis melalui Zoom Meeting ini mulai dari pukul 09.00 WIB. Acara ini dipandu oleh Indah Primadesi selaku member Pondok Inspirasi dan juga PromDev (Program Development) Garuda Literasi, serta diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa/i di seluruh Indonesia.

Pondok inspirasi merupakan salah satu wadah belajar, forum belajar, komunitas dan yayasan yang menyediakan berbagai latihan mulai dari pengembangan karir, pelatihan prestasi, serta pelatihan kepemimpinan.

  • Bagikan