Siswa SMAN 1 Turen Belajar Jurnalistik Bareng Tugu Media X Paragon Goes to School - Tugujatim.id

Siswa SMAN 1 Turen Belajar Jurnalistik Bareng Tugu Media X Paragon Goes to School

  • Bagikan
Tugu Media Group X Paragon menggelar workshop jurnalistik dan fotografi bersama siswa SMAN 1 Turen, Kabupaten Malang, Rabu (13/10/2021).(Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Tugu Media Group bersama PT Paragon Technology and Innovation sukses berkolaborasi dalam menggelar workshop peningkatan soft skill siswa di bidang jurnalistik dan fotografi. Kali ini melalui Tugu Media Group X Paragon Goes to School, mereka menyapa siswa SMAN 1 Turen, Kabupaten Malang, Rabu (13/10/2021).

Kepala SMAN 1 Turen Eny Retno Diwati menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Tugu Media X Paragon yang memberikan pelatihan kepada siswa SMAN 1 Turen.

“Mudah-mudahan kolaborasi dan pelatihan jurnalistik ini bisa memunculkan karya luar biasa dari siswa kami,” ucapnya.

Kepala SMAN 1 Turen Eny Retno Diwati. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Kepala SMAN 1 Turen Eny Retno Diwati. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dia juga berpesan agar siswa bisa menyerap dan mengimplementasikan ilmu dari pelatihan tersebut. Jadi, ilmu jurnalistik ini tak hanya berhenti dalam pelatihan itu, tapi bisa mempersembahkan karya inovatif.

Sementara itu, Asisten Redaktur Tugumalang.id Herlianto A. menyampaikan materi teknik dasar wawancara bagi jurnalis pemula. Dia menyebut, ada dua hal yang harus diperhatikan dalam mengolah data menjadi karya jurnalistik atau tulisan berita.

“Pertama, observasi atau melihat secara langsung di mana lokasi suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi. Kedua, wawancara yaitu menggali informasi dari narasumber yang dianggap mengerti tentang hal atau kejadian yang akan diberitakan,” ucapnya.

Menurut dia, teknik wawancara terdiri dari beberapa jenis. Di antaranya, wawancara melalui ponsel, wawancara tatap muka, wawancara konferensi pers, wawancara doorstop, dan wawancara melalui e-mail.

“Untuk langkah-langkah wawancara, yaitu pahami kasusnya, siapkan pertanyaan sebelum wawancara, dan temui narasumber,” ujarnya.

Asisten Redaktur Tugumalang.id Herlianto A.(Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Asisten Redaktur Tugumalang.id Herlianto A.(Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dia juga menjelaskan, sebuah karya jurnalistik harus mengandung unsur nilai berita, yakni penting dan menarik.

“Jadi berita yang ditulis itu harus berita bernilai penting. Yaitu, yang mengandung sisi kemanusiaan atau humanis, menyangkut tokoh, menyangkut orang banyak, dan menyangkut merek,” paparnya.

Menurut dia, ada beberapa unsur berita yang dikatakan menarik.

“Berita bisa disebut menarik itu apabila memenuhi kriteria, di antaranya unik, hanya ada satu, dramatis, tragis, sisi lain, kontradiktif, menghibur, dan cantik,” imbuhnya.

Untuk cara menulis berita yang ideal harus menerapkan prinsip dasar menulis yang dikenal dengan konsep piramida terbalik. Artinya, isi berita terpenting ditaruh di bagian awal berita, kemudian baru penjabaran data dan penjelasan lainnya.

“Selain itu, gunakan kalimat yang jelas dan ringkas. Upayakan tidak mengulang kalimat yang sama,” ucapnya.

Sementara itu, Fotografer Tugumalang.id Rubianto menyampaikan materi tentang dasar fotografi jurnalistik. Dia menjelaskan, dalam menghasilkan karya fotografi jurnalistik harus memperhatikan komposisi dan angle foto.

“Dalam dunia fotografi, foto itu terkandung nilai-nilai yang dapat membuat foto itu bagus atau sebaliknya. Salah satunya adalah pengaturan komposisi dan angle foto,” ucapnya.

Fotografer Tugumalang.id Rubianto.(Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Fotografer Tugumalang.id Rubianto.(Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Rubianto melanjutkan, dengan komposisi yang tepat maka akan menghasilkan subyek utama.

“Dengan mengatur komposisi yang tepat, maka foto dapat menonjolkan subyek utama meski dengan menambahkan subyek pendukung,” imbuhnya.

Menurut dia, melalui pengaturan komposisi akan membangun mood suatu foto dan keseimbangan keseluruhan obyek. Selain itu, ide foto akan muncul dan menghasilkan sebuah kesatuan dalam karya foto jurnalistik.

“Mengatur komposisi juga dapat melatih kepekaan mata untuk menangkap berbagai unsur dan mengasah rasa estetika dalam pribadi fotografer,” jelasnya.

Dia menyebutkan, komposisi ini memiliki beberapa jenis, yakni garis, bentuk, dan warna.

Untuk pengambilan foto, seorang fotografer harus memperhatikan sudut pengambilan gambar atau angle foto. Di antaranya, bird eye yakni posisi obyek lebih rendah dari posisi pengambilan foto.

Kemudian ada high angle, yakni posisi pengambilan foto lebih tinggi dari obyek foto. Dan ada eye level, yakni obyek dan kamera dalam posisi sejajar.

“Ada juga low angle, yaitu obyek foto lebih tinggi dari posisi kamera. Terakhir, ada frog eye yakni posisi kamera hampir sejajar dengan tanah,” tutupnya.

 

  • Bagikan