• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
YPK Malang. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Guru di sekolah di SDK Brawijaya 3 YPK Malang mengajar muridnya di luar kelas agar lebih interaktif dengan siswanya sehingg tumbuh pikiran kritis, kreatif, dan inovatif. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Jadi Penggerak Kurikulum Pelajar Pancasila, Guru YPK Malang Ajak Siswa Berpikir Kritis dan Inovatif

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
4 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – YPK Malang terus membuat inovasi untuk meningkatkan skill para muridnya. Apalagi para guru diproyeksikan menjadi penggerak sekolah dengan kurikulum pembelajaran Profil Pelajar Pancasila dan Budaya Kerja (P5BK). Tujuannya untuk menyongsong Kurikulum Merdeka Belajar yang dicanangkan Kemendikbud RI.

Persiapan yang dilakukan YPK Malang ini dibantu tim Pengabdian Masyarakat dari Universitas Negeri Malang (UM). Bantuan ini diberikan kepada seluruh penggerak satuan pendidikan di YPK Malang, mulai TK Mardi Rahayu, SD Kristen Brawijaya 3, SMP 1, dan 4 YPK Jatim Malang.

You might also like

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

16/06/2026 11:30 AM
Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Prof Sumarmi yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial UM mengatakan, paradigma pendekatan pendidikan saat ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, kreatif, dan inovatif.

YPK Malang. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Siswa SMP YPK Malang diajari kreatif dan inovatif. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Menurut dia, pelajar yang kreatif adalah mereka yang bisa menghasilkan gagasan, karya, dan tindakan orisinal. Selain itu, mereka juga memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan dalam bentuk proyek.

Karena itu, dia mengatakan, diperlukan implementasi kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) lewat proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Nanti akan ada pengurangan beban belajar di dalam kelas (intrakurikuler). Tujuannya agar siswa memiliki banyak kesempatan untuk belajar di ruang berbeda.

”Less formal, less structured, more interactive dan engaged in community. Jadi, untuk beban kerja guru perlu dipertahankan (tidak dikurangi), tapi alokasi waktu 1 mata pelajaran bisa dibagi 2, intrakurikuler dan kokurikuler (proyek penguatan PPP),” paparnya pada Rabu (13/07/2022).

Untuk kegiatan pendampingan, masing-masing sekolah menetapkan 2 proyek yang akan diterapkan di semester ganjil dan 1 proyek di semester genap. Proyek yang dilakukan di semester genap skalanya lebih besar sehingga memerlukan waktu yang lebih banyak. Kegiatan proyek akan menggunakan system blok.

Untuk efisien waktu, perlu dirancang dua alternatif model dalam implementasi proyek. Pertama bisa menggunakan proyek yang dilakukan penuh secara luring dan yang kedua bisa menggunakan hybrid learning.

Bagaimana pembelajaran berbasis project Hybrid Learning ini tetap bisa berlangsung dengan baik, maka  para guru perlu diberikan pelatihan Pembuatan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Project dengan Hybrid Learning.

YPK Malang. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)
Siswa di YPK Malang terapkan Kurikulum Pancasila dengan kritis berpikir. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang)

Sumarmi menjelaskan, ada tujuh tema yang dapat dipilih Satuan Pendidikan seperti Perubahan Iklim Global, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya, Suara Demokrasi, Berekayasa dan Berteknologi untuk membangun NKRI hingga termasuk soal jiwa kewirausahaan.

Dia melanjutkan, ini merupakan kesempatan bagi sekolah-sekolah, khususnya di lingkungan YPK Jatim untuk bangkit dan membangun inovasi dan kreativitas mengembangkan kurikulum sesuai kondisi yang ada di masing-masing sekolah.

Dengan LKPD yang disusun ini, harapnnya mereka mampu menjadi panduan siswa untuk membuat proyek yang bisa dipelajari di rumah tanpa harus menghabiskan waktu jam pelajarannya di sekolah.

”Setting pendampingannya dilakukan 2 kali. Pertama pendampingan penyusunan kurikulum dan yang kedua pendampingan untuk pembuatan LKPD berbasis proyek dengan hybrid learning,” ujarnya.

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim , 
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

Tags: Berita YPK MalangKemendikbudristek RIKota Malang hari iniKurikulum Merdeka BelajarPenerapan Kurikulum Merdeka BelajarProfil Pelajar Pancasila dan Budaya KerjaSiswa YPK MalangYPK Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Polije

Mahasiswa Akuntansi Polije Enrico Indra Budianto Raih Gelar Gus Jember 2026

by Mochamad Abdurrochim
16/06/2026 11:30 AM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Program Studi Akuntansi Sektor Publik Politeknik Negeri Jember (Polije), Enrico Indra Budianto. Mahasiswa...

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Next Post
Dihajar preman. (Foto: Polsek Prigen/Tugu Jatim)

Tolak Beri Uang saat Dipalak, Pemuda di Pasuruan Babak Belur Dihajar Preman

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID