SURABAYA, Tugujatim.id – Kota Surabaya kembali didapuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum Smart City 2023 yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi sejak 2017, di Shangri-La Hotel, Kota Surabaya, Senin (12/06/2023).
“Alhamdulillah diletakkan di Surabaya. Menunjukkan Surabaya ini bagaimanapun adalah salah satu kota yang bisa menjalankan (pelayanan) semaksimal mungkin,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi kepada awak media pada Senin (12/06/2023).
Menurut Eri, terpilihnya Surabaya sebagai tuan rumah ajang nasional berbasis teknologi digital ini karena mayoritas pelayanan masyarakat di Surabaya telah berbasis digital. Harapannya, semua daerah dapat melihat penerapan dan integrasi basis digital di Kota Surabaya.
“Smart City ini untuk Kota Cerdas di 2023, ditempatkan di Kota Surabaya karena salah satu kota yang semua pelayanannya sudah berbasis digital. Kedua, dijadikan tempat untuk smart city ini untuk semua daerah bisa melihat dan mengintergrasikan semua yang ada,” ungkapnya.
Kendati demikian, meski dicanangkan sebagai kota percontohan, Pemkot Surabaya akan lebih menekankan penguatan pelayanan dari segi internal terlebih dahulu. Seperti meningkatkan kemudahan untuk pelayanan masyarakat Surabaya.
“Dari internal dulu semua akan terpacu (peningkatan pelayanan). Tidak ada kertas dalam pelayanan Surabaya, tidak ada lagi pertemuan-pertemuan yang tidak melalui internet. Karena itulah, saya bilang kenapa kerja di balai RW saja (pegawai pemkot), tidak usah ke kantor. Balai RW kalau ada orang yang tidak bisa menggunakan aplikasi bisa tanya ke RW karena semua pelayanan sudah berbasis digital,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Cak Eri ini mengatakan dengan adanya Smart City diharapkan dapat memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa pemkot telah menjalankan seluruh program secara transparan.
“Kemudian memberikan kepercayaan kepada masyarakat bahwa kami ini sudah transparan. Waktu kami mengerjakan sesuatu itu sudah terukur, tapi ada yang mengatakan tidak semua masyarakat bisa menggunakan internet. Makanya pegawai pemkot ke balai RW saja,” terangnya.
Terakhir, dia berharap bahwa muncul banyak sinergi antar daerah guna memajukan pelayanan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Harapan secara eksternal adalah bagaimana membuka semua wawasan bahwa Surabaya sudah berjalan seperti ini. Kalau ada wilayah lainnya yang ingin seperti ini, ayo kami kerja sama, bukan lagi mengadopsi Surabaya,” ujarnya.








