PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo siapkan skema khusus untuk menyambut kepulangan 1.201 jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo dari Tanah Suci. Masyarakat yang akan menjemput keluarga diminta mencatat jadwal kedatangan serta lokasi penyambutan guna menghindari kepadatan kendaraan di sekitar area penjemputan.
Seluruh jemaah haji Probolinggo terjadwal tiba pada Selasa (02/06/2026) dan akan dipusatkan di kawasan Wisata Religi Miniatur Ka’bah, Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo.
Persiapan pemulangan jemaah haji tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Probolinggo bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait di Ruang Pertemuan Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo.
Rakor dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur didampingi Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Probolinggo Ervin Syarif Arifin.
Abdul Ghafur mengatakan, seluruh pihak harus bersinergi agar proses pemulangan jemaah haji berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Menurut dia, pelayanan kepada jemaah tidak hanya dilakukan saat keberangkatan, tetapi juga ketika mereka kembali ke daerah asal.
“Kami ingin memastikan proses pemulangan jemaah haji berjalan lancar, aman dan nyaman. Seluruh OPD, aparat keamanan, petugas kesehatan hingga panitia pendukung harus bekerja maksimal agar jemaah dapat kembali ke daerah dengan baik,” katanya.
Jadwal Kedatangan Jemaah Haji
Pemkab Probolinggo membagi kedatangan jemaah haji Probolinggo dalam dua gelombang. Untuk gelombang pertama berasal dari Kloter 1 dan Kloter 2 dengan total 751 jemaah. Rombongan ini diperkirakan tiba di lokasi penyambutan sekitar pukul 02.30 WIB.
Sementara gelombang kedua berasal dari Kloter 3 dan Kloter 4 dengan jumlah 450 jemaah. Mereka dijadwalkan tiba sekitar pukul 06.00 WIB pada hari yang sama.

Menurut Ghafur, seluruh instansi terkait diminta bersiaga sejak jemaah tiba di Embarkasi Juanda Surabaya hingga proses penjemputan selesai dilakukan di Kabupaten Probolinggo.
“Koordinasi lintas sektor sangat penting, terutama terkait pengaturan parkir, pengamanan lalu lintas, kesiapan armada bus, kesehatan jemaah dan kenyamanan keluarga penjemput agar tidak terjadi kemacetan maupun penumpukan di lokasi,” ujarnya.
Antisipasi Kemacetan di Lokasi Penjemputan
Sementara itu, pengelola Wisata Religi Miniatur Ka’bah Gending menyatakan berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut kedatangan jemaah dan keluarga penjemput.
“Kami sudah berkoordinasi dengan panitia dan instansi terkait untuk menyiapkan area penyambutan. Harapannya proses kedatangan jemaah berjalan lancar dan keluarga yang datang menjemput juga merasa nyaman,” ujarnya, Sabtu (30/05/2026).
Baca Juga: Harga Umroh 2026 Naik, Jemaah Terima Refund 100 Persen dari Chatour Travel!
Pemkab Probolinggo juga mengimbau keluarga jemaah agar mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia. Penjemput diminta membawa identitas diri dan menghindari konvoi kendaraan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.
“Kami berharap keluarga jemaah mengikuti aturan yang telah disiapkan panitia supaya penyambutan berlangsung tertib dan khidmat,” pungkasnya.
Selain pengaturan lalu lintas, Pemkab Probolinggo memastikan layanan kesehatan, keamanan, hingga kebutuhan teknis lainnya telah disiapkan. Langkah tersebut dilakukan agar para jemaah yang baru tiba dari Tanah Suci dapat berkumpul kembali bersama keluarga dalam suasana aman, nyaman, dan tertib.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Umi Kulsum
Editor: Dwi Lindawati








