JOMBANG, Tugujatim.id – Seorang calon jemaah haji Jombang terpaksa batal berangkat ke Tanah Suci setelah mengalami gangguan demensia yang membuatnya sempat mengamuk di Asrama Haji Surabaya.
Mualiful Karim, 59, nama jemaah haji Jombang, membuat geger asrama pada Kamis malam (07/05/2026). Dia yang terdaftar di kelompok terbang (kloter) 62 Embarkasi Surabaya sempat berusaha keluar dari kamarnya dan menolak aturan pemisahan kamar laki-laki dan perempuan di asrama haji.
Pria itu ngotot ingin satu kamar bersama sosok yang diyakininya sebagai istrinya. Padahal, sang istri telah lebih dulu meninggal dunia.
Baca Juga: Lepas Jemaah Haji Jombang, Gus Irfan Ungkap Masih Ada yang Tertahan di Bandara
“Kondisi yang bersangkutan jauh lebih serius dari sekadar emosi sesaat, sudah lupa dengan dirinya sendiri,” terang Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam.
Langsung dirujuk ke Rumah Sakit Menur Surabaya, hasil pemeriksaan dokter menyimpulkan Mualiful mengalami gangguan kognitif serius sehingga dinyatakan tidak memenuhi syarat istitha’ah, standar kemampuan fisik dan mental yang wajib dipenuhi setiap calon jemaah haji.
“Keberangkatannya resmi dibatalkan,” sambung Anam.
Mualiful diketahui berangkat ditemani anaknya, Sofia Aimatil Afifah, 33. Kondisi psikologisnya diduga terguncang lantaran sang istri telah wafat, memicu kebingungan mendalam saat berhadapan dengan aturan asrama.
“Pihak keluarga akhirnya menerima keputusan pembatalan demi keselamatan yang bersangkutan,” tambah Anam.
Demensia Sulit Terdeteksi
Dia menjelaskan bahwa demensia termasuk gangguan yang sulit terdeteksi sejak pemeriksaan awal. Salah satu penanda yang digunakan petugas medis adalah kemampuan calon jemaah melakukan perhitungan sederhana.
“Ketidakmampuan menjumlahkan atau mengurangkan angka bisa menjadi sinyal awal gangguan kognitif,” ujar dia.

Pihaknya pun menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang lebih cermat di tingkat daerah agar kasus serupa tidak terulang di embarkasi.
Hingga kini, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan sekitar 23.519 jemaah atau sekitar 53 persen dari total kuota. Tercatat empat jemaah dari berbagai daerah, seperti Pasuruan, Kabupaten Malang, Lamongan, dan Jombang yang gagal berangkat karena alasan kesehatan.
Total 8 Jemaah Haji Jombang Gagal Berangkat
Di luar kasus Mualiful, pemberangkatan calon jemaah haji asal Jombang tahun ini juga diwarnai penundaan sejumlah jemaah lain karena alasan kesehatan.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Tipe A Kabupaten Jombang Ilham Rohim menyebutkan, pemberangkatan dua calon jemaah resmi ditunda karena tidak lolos syarat istitha’ah, sedangkan enam lainnya juga mengalami penundaan.
Baca Juga: Bus Jemaah Haji Probolinggo Kecelakaan di Madinah, Bupati Pastikan Semua Selamat
“Sebagian besar karena kondisi kesehatan, termasuk satu pasangan suami istri yang memilih menunda setelah salah satunya jatuh sakit,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, tahun ini ada 1.263 calon jemaah haji asal Jombang yang diberangkatkan. Kloter 60 dan 61 berangkat terlebih dahulu pada Rabu (06/05/2026), sedangkan kloter 62 dan 63 berangkat keesokan harinya Kamis (07/05/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Anang Panca Kurniawan
Editor: Dwi Lindawati








