SURABAYA, Tugujatim.id – Selama lima tahun berturut-turut, Provinsi Jawa Timur berhasil meraih penghargaan Pembinaan Proklim terbaik dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Tahun ini, Pemprov Jatim kembali raih predikat Pembinaan Proklim Terbaik 2023.
Indikator penilaian dalam penghargaan tersebut, di antaranya adanya kebijakan tentang pengembangan proklim, alokasi anggaran proklim, konsistensi pembinaan proklim, pembangunan kolaborasi bersama OPD, dunia pendidikan, serta dunia industri dan usaha.
Saat ini total 200 lokasi di desa/kelurahan telah menerima penghargaan program secara nasional. Kategori Lestari lima lokasi, Kategori Trophy Utama tujuh lokasi, Kategori Sertifikat Proklim Utama 114 lokasi, Kategori Sertifikat Proklim Madya 48 lokasi, dan Kategori Proklim Pratana 27 lokasi.
“Terima kasih atas seluruh upaya dan kerja kerasnya dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan proklim di wilayah masing-masing,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangannya, Rabu (25/10/2023).
Khofifah optimistis bahwa dalam mewujudkan proklim yang berdampak pada pengurangan perubahan iklim dan emisi gas rumah kaca tidak hanya kontribusi pemerintah, tapi juga masyarakat.
Contoh sederhana kontribusi masyarakat adalah dengan membuang sampah pada tempatnya, membatasi penggunaan transportasi dengan BBM, hemat air dan listrik, juga menanam pohon.
“Meski sangat kecil, gerakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim bisa memberikan efek positif untuk masa depan,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, sejumlah kabupaten/kota juga ikut menerima penghargaan proklim di tingkat nasional. Mereka ada Kota Surabaya, Kota Madiun, Kabupaten Blitar, Kabupaten Gresik, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Trenggalek.
“Saya berharap delapan kota/kabupaten tersebut menjadi referensi pembinaan proklim di wilayah-wilayah masing-masing,” terangnya.
Selanjutnya, Pemprov Jatim akan menekankan pembinaan proklim, alokasi anggaran, dan pembangunan kolaborasi yang baik.
“Baik antar OPD, dunia usaha/industri, dan lembaga non pemerintah. Ini penting untuk mewujudkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peduli lingkungan,” ujarnya.
Writer: Izzatun Najibah
Editor: Dwi Lindawati








