Jatim Zona Kuning, Gubernur Khofifah Klaim Kasus Covid-19 Terkendali - Tugujatim.id

Jatim Zona Kuning, Gubernur Khofifah Klaim Kasus Covid-19 Terkendali

  • Bagikan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau vaksinasi di UB Malang, Sabtu (18/09/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau vaksinasi di UB Malang, Sabtu (18/09/2021). (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Assessment penyebaran Covid-19 Provinsi Jatim menjadi satu-satunya provinsi yang masuk dalam Level 1. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengklaim kasus Covid-19 di Jatim telah terkendali.

Khofifah menjelaskan, sebanyak 37 kabupaten-kota di Jatim kini telah masuk zona kuning. Capaian tersebut meninggalkan Kota Blitar yang masih dalam zona oranye.

“Dalam seminggu terakhir, ada 21 kabupaten-kota yang angka kematian hariannya sudah nol. Artinya, insyaa Allah semua sudah bisa terkontrol dan terkendali,” ujarnya usai meninjau vaksinasi di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Sabtu (18/09/2021).

Menurut dia, positive rate Jatim juga sudah berada pada 1,65 persen. Sementara tracing dan testing terus dijalankan dengan pendataan sesuai sistem aplikasi yang ada.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: M. Sholeh/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Dia menyebutkan, langkah terpenting selanjutnya yaitu melakukan percepatan vaksinasi lebih masif. Dengan demikian, penyebaran Covid-19 tetap bisa terkendali.

“Maka sekarang saya mohon semuanya tetap jaga prokes, tetap melakukan percepatan vaksinasi. Tidak boleh ada yang kendor, tidak boleh ada yang lengah,” ucapnya.

Dia juga mengatakan, suplai vaksin di Jatim sudah sangat mencukupi. Hal itu karena di Jatim mendapat dua kali pengiriman vaksin dari Kementerian Kesehatan RI dalam setiap pekan.

“Karena pada saat yang sama pembelajaran tatap muka secara terbatas dan bertahap sudah mulai dilaksanakan. Pembukaan sudah mulai dilakukan secara terbatas dan bertahap. Lalu mal juga dibuka terbatas bertahap, restoran dine in 30 menit juga sudah 1 jam,” tuturnya.

 

  • Bagikan