JEMBER, Tugujatim.id – Pakar arkeologi dan anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Lutfi Ismail mengungkapkan temuan mengejutkan di kawasan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Wilayah yang terletak di bagian tenggara lereng Argopuro Jember ini ternyata menyimpan kekayaan arkeologis yang bernilai tinggi dan layak mendapat status perlindungan sebagai warisan budaya.
Daerah ini tidak hanya berpotensi sebagai rute alternatif pendakian menuju puncak Argopuro, tetapi juga menjadi gudang peninggalan bersejarah yang memerlukan upaya konservasi serius.
Lutfi menjelaskan, kesimpulan ini diperoleh melalui serangkaian penelitian komprehensif, mulai dari pengamatan lapangan, penggalian terbatas, hingga informasi dari warga lokal yang menemukan artefak-artefak berharga.
Baca Juga: Keindahan Tiga Bunga Sakral Persatukan Tradisi dan Modernitas di Festival Hyang Argopuro IX Jember
“Kekayaan peninggalan atau ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya) di lokasi tersebut sangat mengagumkan dan membutuhkan pembaruan data serta upaya pelestarian yang serius,” jelasnya pada Minggu siang (21/09/2025).
Menanggapi rencana pembukaan jalur pendakian baru melalui Badean, arkeolog tersebut menekankan pentingnya mempertimbangkan nilai historis dan budaya dalam setiap pengembangan. Dia mengambil contoh Gunung Penanggungan yang berhasil mempertahankan kelestarian alamnya meski memiliki empat akses pendakian dari berbagai arah.
“Terpenting, penetapan aturan yang jelas tentang batasan aktivitas yang diperbolehkan. Dengan komunikasi yang baik kepada masyarakat, kami dapat membantu pengawasan dan menjaga kelestarian situs-situs bersejarah yang ada,” terang pengajar Sejarah Universitas Negeri Malang (UM) tersebut.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa penelitian akademik saat ini memusatkan perhatian pada area bekas kaldera kuno Argopuro, terutama di Kawah Rengganis yang berada di puncak gunung.
“Berbagai peninggalan bersejarah ditemukan di lokasi tersebut dan menjadi prioritas kajian kami,” tambahnya.
9 Titik Peninggalan di Lereng Argopuro Jember
Menurut Lutfi, timnya telah berhasil mengidentifikasi sekurangnya sembilan titik peninggalan bersejarah di kawasan Gunung Argopuro. Namun, dia belum dapat memberikan detail lebih lanjut karena masih menunggu proses persetujuan dari divisi hukum.
“Kami masih menunggu kabar dari pihak terkait. Karena prosedur pengajuan ke biro hukum masih berlangsung, saya belum bisa memberikan keterangan detail. Nantinya Pemkab Probolinggo yang akan memberikan pengumuman resmi. Harapannya dalam waktu dekat akan terjadi kolaborasi dan Pak dr Haris dapat meresmikan temuan ini,” paparnya.
Lutfi juga mengajak empat kabupaten yang wilayahnya mencakup kawasan Argopuro untuk bekerja sama dalam mengoptimalkan potensi yang ada. Menurut dia, setelah memiliki brand internasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur berpeluang mengembangkan Argopuro sebagai destinasi wisata budaya dan alam unggulan berikutnya.
“Seabad silam, kawasan ini sebenarnya sudah dikenal luas, bahkan mendapat pengakuan dari Ratu Wilhelmina pada masa itu. Namun kemudian terlupakan. Kini saatnya kami menghidupkan kembali kejayaan tersebut,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








