TUBAN, Tugujatim.id – Calon jemaah haji asal Kabupaten Tuban diproyeksikan akan terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter) pada musim 2026. Pembagian jemaah Tuban tersebut masih bersifat sementara dan menunggu penetapan akhir dari panitia penyelenggara haji, seiring selesainya tahapan pelunasan dan penyusunan kloter di tingkat wilayah kerja.
Perkiraan itu muncul seiring besarnya jumlah jemaah Tuban yang haji tahun ini mencapai 1.699 orang. Dengan jumlah tersebut, Tuban diprediksi menjadi salah satu daerah penyumbang kloter terbanyak dalam Wilayah Kerja (Wilker) Bojonegoro.
Baca Juga: Urusan Haji Resmi Beralih ke Kemenhaj, Jemaah Tuban Diprediksi Berangkat Gelombang Awal
Wilker Bojonegoro sendiri meliputi Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan. Seluruh jemaah dari wilayah ini akan diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya. Hingga saat ini, pembagian kloter masih dilakukan secara global per wilayah kerja, belum dirinci per kabupaten.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Tuban Abdul Ghofur menjelaskan, penetapan kloter per kabupaten baru bisa dilakukan setelah seluruh tahapan administrasi benar-benar rampung. Salah satu tahapan krusial yang menjadi acuan adalah berakhirnya masa pelunasan biaya haji.
“Pelunasan jemaah haji sudah berakhir pada 9 Januari 2026. Setelah itu, proses berlanjut ke penyusunan kelompok terbang,” terangnya.
Berdasarkan pembagian sementara di tingkat provinsi, Wilker Bojonegoro diprediksi masuk gelombang pertama pemberangkatan, setelah Wilker Malang dan Wilker Madiun. Dalam skema tersebut, Wilker Bojonegoro diperkirakan menempati kloter 24 ke atas.
Dari total pembagian kloter itu, Kabupaten Tuban diperkirakan akan mengisi sekitar lima kloter, menyesuaikan dengan komposisi jumlah jemaah. Kabupaten Lamongan juga diperkirakan mengisi sekitar lima kloter lebih, sementara sisanya diisi oleh jemaah dari Kabupaten Bojonegoro.
Persiapan Normal meski Peralihan Kewenangan dari Kemenag
Di sisi lain, Abdul Ghofur memastikan secara kelembagaan, penyelenggaraan ibadah haji di Tuban kini telah resmi berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah sejak 14 Januari 2026. Meski terjadi peralihan kewenangan dari Kementerian Agama, proses persiapan haji dipastikan tetap berjalan normal dan tidak mengganggu tahapan yang sudah berjalan.
Saat ini, seluruh jemaah haji Tuban yang masuk daftar keberangkatan telah menyelesaikan perekaman biometrik dan pengajuan visa melalui biovisa. Proses tersebut dinyatakan tuntas dan tinggal menunggu tahapan pemberangkatan.
Baca Juga: Pelunasan Biaya Haji! Berikut Jumlah Calon Jemaah Haji Kabupaten Mojokerto Telah Lunas
Keberangkatan jemaah haji Tuban diperkirakan berlangsung pada April 2026. Menjelang waktu tersebut, Kemenhaj Tuban mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental.
Selain itu, jemaah juga diminta mengikuti bimbingan manasik haji, baik melalui KBIHU maupun program manasik resmi yang akan digelar Kementerian Haji dan Umrah di tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan seluruh rangkaian ibadah haji dapat berjalan lancar tanpa kendala hingga hari keberangkatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








