TUBAN, Tugujatim.id – Intensitas hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini mengguyur wilayah Kabupaten Tuban. Akibatnya, sejumlah akses jembatan di Tuban rusak hingga terputus, termasuk di Jembatan Silir.
Peristiwa terputusnya jembatan itu terjadi di Dusun Silir, Desa Dikir, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Pasca ambrol, jembatan dipasangi pohon sebagai tanda bahaya untuk dilintasi warga.
Salah satu warga setempat Wawan Purwadi mengatakan, rusaknya Jembatan Silir terjadi pada Minggu (04/02/2024). Dia mengatakan, kala itu hujan deras seharian mengakibatkan aliran sungai menjadi deras. Akses jembatan tersebut ambrol dan tidak bisa dilintasi kendaraan.
“Ya saat hujan seharian, sejak siang hingga malam itu, Mas. Air yang melewati sungai dari daerah dataran tinggi seperti Desa Gemulung, Kecamatan Kerek, Tuban. Alirannya sangat deras, mungkin struktur bangunannya ada yang tergerus sehingga rusak,” kata Wawan, sapaan akrabnya, pada Selasa (06/02/2024).
Sementara itu, Camat Tambakboyo Ari Wibowo membenarkan terkait kejadian ambruknya jembatan yang ada di Dusun Silir, Desa Dikir, Kecamatan Tambakboyo, Tuban. Ari, sapaan akrabnya, menyampaikan, kejadian itu saat hujan deras selama seharian yang mengguyur wilayah Kabupaten Tuban.

Derasnya air yang turun dari perbukitan kapur itu menggerus struktur bangunan yang ada. Jadi, jembatan tersebut amblas. Selain itu, saat dia meninjau ke lokasi, bagian penyambung jembatannya ambruk sehingga tidak mungkin lagi dilewati kendaraan bermotor.
“Kalau kemarin masih bisa dilewati kendaraan roda dua. Tadi di depan mata saya sendiri ambrol. Jadi tidak mungkin bisa dilewati. Kalau memang terpaksa ke wilayah seberang harus turun ke bawah menyebrangi sungai dengan kedalaman 9 meter dari atas permukaan tanah,” kata Ari.
Ari juga menyampaikan, warga yang ingin ke desa tetangga terpaksa memutar lebih jauh melewati Desa Plajan, kecamatan setempat. Meski demikian, dia meminta kepada warga agar tetap hati-hati jika terpaksa menyeberangi sungai.
Jika memang kondisi arus sungai besar, dia memohon warga jangan memaksakan diri demi keselamatan. Selain itu, jembatan itu masih tidak stabil, masih bisa bergerak jika beban berat melalui lantai atas jembatan.
“Kerusakannya lumayan sehingga berdasarkan OPD PUPRKP penanganannya nanti permanen total. Sebab, jembatan ditutup total karena membahayakan sehingga akses sementara untuk masyarakat Dikir dan Ngulahan jika menuju ibu kota kecamatan dapat melalui Desa Plajan (memutar, red),” katanya.
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








