JEMBER, Tugujatim.id – Layanan kereta api lokal yang melintasi jalur Jember-Ketapang pulang-pergi mengalami peningkatan signifikan dalam pengangkutan penumpang selama periode 2025. KA Pandanwangi berhasil melayani 1.154.619 orang sepanjang tahun tersebut, naik dari capaian 1.128.843 penumpang di tahun sebelumnya.
Kenaikan angka ini membuktikan bahwa masyarakat kawasan Tapal Kuda semakin memercayai transportasi rel sebagai pilihan perjalanan yang andal, ekonomis, dan memberikan kenyamanan. Setiap harinya, tercatat sekitar 791 orang menggunakan jasa kereta api ini, mulai dari kalangan pelajar, pekerja kantoran, hingga para pelancong yang berkunjung ke daerah tersebut.
Baca Juga: Buruan Stok Menipis! Potongan 30 Persen Tiket Kereta Api Daop 9 Jember Berakhir Besok
Keunggulan utama KA Pandanwangi terletak pada harga tiket yang sangat terjangkau berkat program Public Service Obligation (PSO) atau subsidi pelayanan publik dari pemerintah. Program ini memastikan semua kalangan dapat mengakses transportasi berkualitas tanpa membebani kantong, sekaligus mendorong pergerakan ekonomi dan sosial di sepanjang rute Jember-Banyuwangi.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menegaskan bahwa peran KA Pandanwangi melampaui fungsi transportasi semata, melainkan menjadi instrumen pelayanan publik yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga.
“Dengan skema PSO, kami memastikan transportasi kereta api dapat dijangkau semua segmen masyarakat. Pertumbuhan penumpang tahun ini membuktikan bahwa kereta api telah menjadi andalan utama untuk mobilitas,” terang Cahyo pada Selasa (13/01/2026).
Antusias Tinggi berkat Lokasi Strategis di Industri Pariwisata
Dia menambahkan, kesuksesan ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam mempertahankan standar layanan yang prima.
“Kereta api ini telah menjadi nadi utama pergerakan warga di kawasan Tapal Kuda. Angka penumpang yang meningkat mencerminkan kepercayaan yang terus bertumbuh terhadap moda transportasi ini,” imbuhnya.
Setiap rangkaian KA Pandanwangi mampu menampung 636 penumpang dengan tempat duduk, bahkan tingkat hunian bisa mencapai 120 persen saat periode puncak seperti akhir pekan, libur panjang, atau musim kunjungan wisata.
Cahyo menjelaskan lebih lanjut bahwa antusiasme tinggi dari pengguna jasa ini juga dipengaruhi oleh posisi strategis kereta api dalam menunjang industri pariwisata Jawa Timur bagian timur.
“Jalur Jember-Ketapang menghubungkan berbagai tempat wisata favorit, termasuk kekayaan alam dan budaya Banyuwangi, Pantai Boom, Kawah Ijen, serta destinasi kuliner dan edukatif di Jember. Kereta api ini menjadi pilihan wisatawan karena efisien, murah, dan memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan,” paparnya.
Baca Juga: Lonjakan Penumpang Kereta Api Libur Nataru di Jember mencapai 416.945 Penumpang
Ke depan, manajemen KAI Daop 9 Jember bertekad mempertahankan konsistensi pelayanan, meningkatkan fasilitas perjalanan, dan memperkuat fungsi kereta api sebagai motor penggerak ekonomi lokal dan sektor kepariwisataan.
“Kami akan terus berinovasi dalam memberikan layanan kereta lokal terbaik agar tetap menjadi solusi transportasi andalan masyarakat, sekaligus berkontribusi pada kemajuan pariwisata dan ekonomi regional,” pungkas Cahyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








