Kadinkes Kabupaten Malang Sebut Lansia Bisa Ikut Vaksinasi

Kadinkes Kabupaten Malang Sebut Lansia Bisa Ikut Vaksinasi

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan lansia bisa ikut vaksinasi sinovac. (Foto: Rap/Tugu Jatim)
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan lansia bisa ikut vaksinasi sinovac. (Foto: Rap/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo mengatakan jika saat ini masyarakat kategori lanjut usia (lansia) sudah bisa ikut vaksinasi sinovac.

“Lansia, tenaga kesehatan (nakes), dan penyintas nakes sekarang bisa vaksinasi. Kami prioritaskan pertama adalah nakes hingga akhir minggu ini,” terangnya usai vaksinasi tahap kedua di RSUD Kanjuruhan Kepanjen pada Kamis (18/02/2021).

Sementara itu, Bupati Malang terpilih Muhammad Sanusi yang berusia 60 tahun akhirnya ikut vaksinasi Kamis siang.

“Bupati bersedia vaksinasi karena sudah ada lansia nakes yang bisa divaksin. Tapi, beliau juga¬† pejabat publik yang ingin memberi edukasi kepada masyarakat bahwa vaksin ini aman. Pejabat publik mengedukasi masyarakat bahwa mereka siap mendukung pemerintah untuk menuju herd immunity,” sambungnya.

Hal ini membuat masyarakat umum kategori lansia memiliki peluang mendapatkan vaksin asal China tersebut.

Virtual Class Tugu Malang x Paragon, Tugu Jatim, Tugu Media Group
Ads.

“Masyarakat lansia bisa suntik vaksin. Namun, (screening) harus lebih ketat untuk pravaksinasi. Jadi, sebaiknya kontrol, pemeriksaan di meja kedua itu (cek medis) harus ketat agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini menegaskan jika vaksin sinovac aman, tapi vaksinator harus tetap berhati-hati.

“Secara medis vaksin sinovac ini aman bagi lansia, tapi harus tetap waspada. Untuk komorbid terkontrol mungkin aman, tapi untuk komorbid tidak terkontrol saya imbau untuk nakes vaksinator screening-nya harus lebih ketat,” ujarnya.

Namun, Arbani mengatakan jika pendataan untuk vaksinasi terhadap masyarakat umum belum dilaksanakan. Karena saat ini masih mendata untuk penerimaan vaksin prioritas kedua.

“Untuk pendataan masyarakat belum, saat ini masih pendataan untuk pelayanan publik. Semua kantor pemerintahan yang sifatnya vertikal maupun lokal di kabupaten/kota. Jadi, semua pelayan publik jadi prioritas kedua vaksinasi,” tuturnya.

“Semua pelayanan publik jadi sasaran kedua pelaksanaan vaksinasi, termasuk wartawan juga. Kebetulan vaksin yang kedua ini yang didatangkan oleh Kimia Farma,” lanjutnya.

Dia menjelaskan juga vaksin sinovac keluaran Kimia Farma ini memiliki kemasan berbeda, yaitu 1 vial untuk 10 suntikan. Jika sebelumnya, 1 vial vaksin hanya untuk satu suntikan saja.

Cold storage kami akan terbagi dalam cluster sesuai profesi seperti untuk guru sendiri, ASN sendiri, dan sebagainya. Tujuannya, supaya kecepatan pelayanan sesuai target,” ucapnya.

Pria berkacamata ini juga menjelaskan progres vaksinasi untuk para nakes yang ditargetkan 100 persen selesai untuk tahap kedua ini.

“Sampai dengan kemarin suntikan pertama 93,17 persen dan suntikan kedua 57,98 persen. Untuk suntikan kedua seharusnya 100 persen dari suntikan pertama,” ujarnya. (rap/ln)

  • Bagikan