• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ruang Warna.

Almedo Pard, anak bungsu Sadikin Pard, tampak memperlihatkan foto sang ayah kepada pengunjung Ruang Warna. (Foto: Diandra Talifta Zahra/Magang)

Kafe Ruang Warna di Malang, Simbol Cinta dan Kisah Abadi sang Maestro Pelukis Difabel Sadikin Pard

Dwi Linda by Dwi Linda
11 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Siapa yang menyangka, fasad rumah berwarna cokelat yang tampak sederhana nan elegan di Jl Selat Sunda Raya No D5/35, Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jatim, ini berubah menjadi kafe yang menyimpan sebuah dunia yang penuh kehangatan, seni, dan kenangan. Namanya Ruang Warna.

Ruang Warna ini bukanlah kafe biasa. Begitu melangkahkan kaki ke dalam, pengunjung seolah ditarik ke dalam dimensi lain, sebuah galeri seni yang kini bertransformasi menjadi Ruang Warna, sebuah kafe estetik yang sarat makna. Kafe ini merupakan wujud impian seorang maestro lukis difabel, almarhum Sadikin Pard.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Galeri ini dulu menjadi saksi bisu kreativitas pelukis difabel legendaris almarhum Sadikin Pard yang kini hidup kembali dalam nuansa yang berbeda. Ruang Warna, nama yang dipilih dengan cermat, seolah menjadi cerminan dari kanvas kehidupan almarhum Sadikin Pard yang penuh dengan goresan warna dan cerita.

Baca Juga: 13 Wartawan Kupas Program CSR TBIG Tangerang, JFC 2025 Gaungkan Inklusi Libatkan Jurnalis Difabel

Begitu memasuki kafe pada Senin (01/09/2025), Tugu Jatim ID disambut hangat oleh Almedo Pard, anak bungsu Sadikin Pard. Sambil mengantar ke salah satu sudut yang nyaman, Almedo, sapaan akrabnya, membuka obrolan dengan menceritakan asal muasal kafe ini berdiri.

Dia mengatakan, kafe ini menjadi bukti impian sang maestro yang kini terwujud. Sambil ngobrol santai, Almedo menceritakan galeri seni yang didirikan pada 14 Desember 2019 ini resmi dibuka sebagai kafe pada 23 Juni 2025.

“Dulu, almarhum Papa sering melihat Mama memasak di dapur. Masakannya enak-enak. Makanya, Papa mengusulkan untuk membuat kafe sebagai bentuk dukungan untuk Mama yang jago masak,” ujar Almedo sambil tersenyum.

Kafe Ruang Warna di Malang.
Lukisan-lukisan yang terpajang di setiap dinding kafe Ruang Warna. (Foto: Novia Hilmiasari/Magang)

Dia melanjutkan ceritanya, ide sederhana itu kini menjadi fondasi utama Ruang Warna. Perubahan ini bukan sekadar pergantian fungsi, dia melanjutkan, melainkan perwujudan dari mimpi sang maestro yang ingin karyanya terus dinikmati banyak orang, bahkan dalam suasana yang lebih santai.

Meskipun telah menjadi kafe, Almedo mengatakan, esensi seninya tidak pernah hilang. Lukisan-lukisan Sadikin Pard yang menghiasi setiap sudut ruangan bukan sekadar pajangan.

“Itu adalah kenangan dari almarhum Papa yang tidak ternilai harganya,” kata Almedo sambil tatapannya lekat pada salah satu lukisan.

Menurut dia, kehadiran kafe ini menjadi cara bagi keluarga untuk terus menghidupkan semangat Sadikin Pard. Hingga saat ini, lukisan-lukisan tersebut belum dijual, meskipun sudah ada beberapa pengunjung yang menanyakan.

Ruang Warna Sadikin Pard.
Almedo memperkenalkan beberapa lukisan yang mengingatkannya pada almarhum Sadikin Pard. (Foto: Diandra Talifta Zahra/Magang)

“Itu adalah kenangan dari almarhum Papa. Semua adalah kenangan bersama Papa yang tidak ternilai harganya bagi kami,” ujar Almedo.

Dia mengatakan, sang kakak Alrona Setiawan, bahkan masih membuka kelas melukis. Dia melanjutkan, kakaknya melanjutkan warisan sang ayah.

“Jadi, bagi yang ingin belajar melukis, silakan datang dan belajar di sini,” ajaknya.

Jam Operasional Kafe

Sejak dibuka, kafe ini telah menarik perhatian banyak pengunjung, terutama dari Malang. Suasananya yang tenang, nyaman, estetik, dan didukung oleh staf yang ramah, menjadikan kafe ini tempat favorit untuk melepas penat.

Untuk jam operasional kafe, buka dari pukul 07.00-22.00. Ruang Warna pun menjadi oase di tengah hiruk pikuk kota.

Setiap menu yang disajikan di sini adalah resep orisinal dari sang ibunda Almedo. Almedo memastikan, masakan yang dihidangkan di Ruang Warna tidak akan ditemukan di tempat lain.

Kafe Ruang Warna Sadikin Pard.
Tempat order menu di kafe Ruang Warna. (Foto: Novia Hilmiasari/Magang)

Keaslian rasa ini menjadi daya tarik tersendiri, membuat setiap hidangan terasa seperti masakan rumahan yang dibuat dengan penuh cinta.

Berdasarkan menu yang tersedia, pengunjung bisa menikmati aneka pilihan kopi seperti Kopi Jadul Hitam, Kopi Lanang Hitam, hingga racikan modern seperti Cappuccino dan Moachaccino. Selain itu, ada juga pilihan minuman non-kopi seperti Gokelat, Matcha, dan Thai Tea.

Untuk makanan, kafe estetik ini menawarkan hidangan rumahan yang mengenyangkan. Mulai dari Nasi Dadar Telur, Nasi Ayam Goreng, Nasi Goreng Kecap, hingga hidangan instan yang dikreasikan ulang, seperti Indomie Telur. Bagi pengunjung yang sekadar ingin camilan, tersedia pula Kentang Goreng, Pisang Goreng, dan Tahu Goreng.

Almedo mengungkapkan, Ruang Warna memang diperuntukkan bagi semua kalangan yang mencari ketenangan dan inspirasi. Meskipun baru dibuka, semua menu di Ruang Warna masih menjadi favorit dan belum ada best seller yang menonjol. Namun, Almedo berharap, seiring berjalannya waktu, kafe ini akan terus berkembang.

“Untuk saat ini kami masih memfokuskan pada penyajian makanan dan minuman. Tetapi jika memungkinkan, kami akan terus berkembang dan menyediakan fasilitas lain bagi pengunjung,” tutupnya.

Salah satu pengunjung kafe pun memberikan respons positif lewat Instagram. Dia adalah Kemal, seorang konten kreator. Dalam reel Instagram-nya, dia menyebut Ruang Warna penuh cerita.

“Di sini tidak hanya menikmati secangkir kopi, tapi juga warisan seni yang penuh cerita,” ujarnya.

Tempat ini tidak hanya menyajikan hidangan lezat dan minuman segar, tetapi juga sebuah pengalaman, sebuah perjalanan ke dalam dunia seni dan kenangan yang abadi. Di setiap cangkir kopi yang disajikan, dan di setiap lukisan yang terpajang, pengunjung seolah dapat merasakan kehadiran almarhum Sadikin Pard, seorang maestro yang karyanya kini hidup kembali dalam kehangatan sebuah kafe.

Bagi keluarga Pard, Ruang Warna bukan hanya bisnis, tetapi sebuah persembahan tulus untuk mengenang sang ayah, seorang seniman yang karyanya akan selalu dikenang dan dicintai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Novia Hilmiasari/Magang

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniDifabel Sadikin PardKafe Ruang WarnaKota Malang hari iniMaestro pelukis difabel Sadikin PardMalangPelukis kaki Sadikin PardSadikin Pard adalah
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Bupati Sidoarjo.

Terharu! Bocah Usia 7 Tahun Luka Bakar 46 Persen, Bupati Sidoarjo Subandi Siapkan Pengobatan hingga Pekerjaan untuk sang Ayah

by Dwi Linda
16/06/2026 9:24 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Bupati Sidoarjo H. Subandi menjenguk Izzan, 7, bocah yang mengalami luka bakar hingga 46 persen dan kini...

Next Post
KLB Campak

Pemkab Jember Gandeng Organisasi Internasional UNICEF, Cegah KLB Campak

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID