Pelaku Pembacokan di Malang: Teman Dekat Sekaligus Tetangga

  • Bagikan
Polisi amankan barang bukti motor Pelaku Pembacokan di Malang: Teman Dekat Sekaligus Tetangga
Polisi mengamankan barang bukti berupa motor butut atas kejadian pembacokan di Pagelaran, Malang, Rabu (18/11) pagi. (Foto: Dokumen)

MALANG – Nasib nahas yang dialami Dulmanan (40) warga Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang setelah dibacok oleh Matjikin (35) pada Rabu (18/11/2020) di parkiran Objek Wisata Sumbermaron.

Berdasarkan keterangan Kaur Umum Desa Karangsuko, Andis Budianto, ternyata keduanya dikenal sebagai teman akrab dan tetangga satu RT. “Keduanya itu malah teman sebenarnya, juga satu RT di RT 06,” terangnya.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Geger Penemuan Mayat Bersimbah Darah di Malang, Diduga Korban Pembacokan

Korban sendiri diketahui baru pulang dari Jakarta 5 hari yang lalu karena kakaknya meninggal dunia. “Lalu korban ini baru pulang dari Jakarta sekitar 5 hari yang lalu untuk menjenguk kakaknya yang meninggal,” ujarnya.

Kepada tugumalang.id, partner Tugu Jatim, Andis menceritakan kronologi penemuan mayat bersimbah darah tersebut. “Kalau kami dari pemerintah desa tadi ada laporan bahwa sekitar pukul 08.20 WIB ada pembacokan yang terjadi di tempat parkir Sumber Maron,” tuturnya.

Berselang lima menit, pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor Desa Karangsuko. “Setelah mendapatkan informasi itu, petugas desa langsung berangkat ke sana dan kebetulan pelaku langsung menyerahkan diri ke kantor desa sekitar pukul 08.25 WIB. Pelaku sendiri langsung dibawa ke Polsek demi keamanan,” jelasnya.

Andis sendiri tidak mengetahui motif dan kronologi pembacokan karena pelaku keburu dibawa ke Polsek Pagelaran. “Lalu setelah itu kita tidak tahu kronologinya seperti apa tiba-tiba saja terjadi itu. Kita sendiri juga tidak tahu penyebabnya karena pelaku sudah diamankan,” tegasnya.

Baca Juga: Motif Pelaku Pembacokan Teman Dekat di Malang: Cinta Segitiga

Namun, menurut keterangannya beberapa warga yang tinggal di dekat TKP sempat mendengar suara jeritan beberapa kali.

“Saat kejadian sendiri kondisi di Sumbermaron sedang sepi, tapi beberapa kali itu ada yang mendengar suara menjerit. Lalu warga melaporkan ke perangkat desa terdekat, tapi saat perangkat ke sana korban sudah dalam keadaan meninggal,” pungkasnya. (rap/gg)

  • Bagikan