Kalahkan Suramadu, Jembatan Terpanjang di Indonesia akan Segera Dibangun - Tugujatim.id

Kalahkan Suramadu, Jembatan Terpanjang di Indonesia akan Segera Dibangun

  • Bagikan
Ilustrasi rencana jembatan Batam-Bintan yang nantinya memiliki panjang 7km. (Foto: Dokumen/Kemen PUPR)
Ilustrasi rencana jembatan Batam-Bintan yang nantinya memiliki panjang 7km. (Foto: Dokumen/Kemen PUPR)

JAKARTA, Tugujatim.id – Setelah Jembatan Suramadu dinobatkan sebagai jembatan terpanjang di Indonesia dengan panjang 5,4 kilometer, julukan tersebut akan tergeser. Pasalnya, saat ini pemerintah akan membangun jembatan penghubung Pulau Batam-Bintan sepanjang 7 kilometer.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan, jembatan akan dibangun melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga tengah melakukan pengkajian teknis dan finansial pada pembangunan Jembatan Batam-Bintan.

“Dalam evaluasi yang dilakukan oleh Ditjen Pembiayaan Infrastruktur, tidak bisa totalitas dibiayai oleh KPBU, tetapi harus ada porsi dibantu oleh Pemerintah. Porsi Pemerintah sekitar 30%,” ujar Direktur Pembangunan Jembatan, Ditjen Bina Yudha Handita Pandjiriawan, dikutip dari laman resmi Kemen PUPR, Minggu (25/04/2021).

Menurut Yudha, Jembatan Batam–Bintan termasuk jembatan khusus yang terdiri dari 2 jembatan, yakni Batam-Tanjung Sauh dan Tanjung Sauh-Bintan. Sementara untuk porsi pembiayaan Pemerintah pada jembatan penghubung Batam–Tanjung Sauh, sedangkan Tanjung Sauh–Bintan akan dibangun oleh investor melaui proses lelang.

“Jembatan Batam ke Tanjung Sauh sekitar 2.000 meter dan Tanjung Sauh ke Bintan 5.000 meter, jadi total panjangnya sekitar 7.000 meter,” terang Yudha.

Desain awal pembangunan jembatan ini sudah dibuat oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau pada 2005 dan diperbarui tahun 2010. Namun karena ke depan berbentuk jembatan tol atau kendaraan yang lewat akan dikenakan tarif, sehingga terdapat perubahan desain agar menyesuaikan standar tol. Di mana lebar jembatan yang sebelumnya 28 meter disesuaikan menjadi 33 meter.

“Untuk jembatan Tanjung Sauh ke Bintan yang KBPU, nanti desain yang ada menjadi basic design untuk diupdate oleh investor menjadi DED (detail engineering design), sehingga untuk ditindaklanjuti apa yang kurang difinalisasi. Sementara Jembatan Batam–Tanjung Sauh karena menjadi tugasnya Pemerintah, kami akan selesaikan kekurangan yang ada dalam beberapa bulan, sehingga saat proses KPBU selesai, DED-nya juga selesai,” tuturnya.

Yudha mengatakan untuk progres saat ini masih dalam tahap finalisasi pembahasan KPBU dan diharapkan segera mulai konstruksi. Jembatan Batam–Bintan akan mendukung rencana pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjung Sauh dan shelter-shelter di Pulau Bintan, sehingga juga diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi wilayah serta meningkatkan konektivitas di wilayah Kepulauan Riau, dengan mengurangi waktu tempuh dan juga biaya transportasi orang dan barang.

“Bapak Menteri PUPR dan Bapak Presiden berharap tahun 2024 tidak ada pembangunan fisik. Itu menjadi concern kami, maka targetnya sebelum 2024 jembatan ini sudah selesai,” kata Yudha.

  • Bagikan