MOJOKERTO, Tugujatim.id – Momen Iduladha 2025 sebentar lagi tiba. Sementara salah satu ritual khusus pada momen tersebut adalah menyembelih hewan kurban. Nah, apa jadinya bila salah satu hewan kurban yakni kambing makan sampah dan tampak berkeliaran di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) di Mojokerto?
Seperti terlihat di TPA Randegan, Kota Mojokerto. Terlihat, kambing makan sampah dilepas secara liar oleh pemilik. Mirisnya, hewan yang sering dikurbankan saat Iduladha datang ini makan secara sembarangan.
Baca Juga: Gus Baha: Kurban Kambing Itu Lebih Sakral, Punya Nilai Keberanian Serta Kemandirian
Kambing-kambing ini tampak memakan sampah organik maupun non organik. Hal ini mendapat atensi dari Aswaja NU Center PCNU Kabupaten Mojokerto tentang bagaimana kesehatan hewan kurban yang melahap makanan tidak layak sebelum dikurbankan.
“Jawaban singkat kami, fenomena tersebut sudah beberapa kali dibahas para kiai dalam forum bahtsul masail dan hukumnya makruh jika kotoran atau najis yang dimakan oleh hewan kurban sampai mengubah rasa dagingnya. Jika tidak, maka boleh (halal) dikonsumsi. Hal ini dianalogikan dengan ikan lele yang dibudidayakan dalam septic tank,” beber Sekretaris Aswaja NU Center PCNU Kabupaten Mojokerto Ulil Abshor Cholish pada Senin (26/05/2025).
Gus Ulil, sapaan Ulil Abshor Cholish, mengatakan, sebelumnya memang tidak terdapat imbauan khusus dan terbuka perihal fenomena yang dimaksud. Terutama soal pengawasan terhadap apa yang dimakan oleh hewan kurban menjelang penyembelihan saat Iduladha.
“Sebab, hal ini sudah maklum bahwa prinsip makanan dalam Islam itu halalan thayyiban yang berarti halal dan baik. Tentu di antara prinsip tersebut adalah menjaga kesehatan seperti higienis, bergizi, dan tidak membahayakan (kesehatan),” tuturnya.
Pentingnya Periksa Hewan Kurban Berkala
Sementara itu, Gus Ulil menambahkan, imbauan pemeriksaan hewan kurban selalu disampaikan tiap tahun lewat kerja sama dengan dinas peternakan setempat.
“Memang tidak mungkin diperiksa semua hewan kurban. Namun, setidaknya diperiksa secara intens. Kami juga menginisiasi beberapa kali pelatihan Juleha (Juru Sembelih Halal) dan terbentuk organisasinya di berbagai daerah,” tambah Gus Uli.
Untuk perayaan Iduladha tahun ini, warga juga berharap kesehatan hewan kurban menjadi atensi berbagai pihak. Tidak hanya pemeriksaan tentang potensi adanya penyakit, termasuk pula bahan makanan yang dimakan oleh hewan kurban.
“Karena kan kurban ini melibatkan orang banyak. Bukan hanya pemberi kurban, penerima kurban juga harus dipastikan mendapat daging yang baik dan halal,” ucap ZA, salah satu warga Mojokerto, terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








