Unik, Kampung di Surabaya Ini Sulap Selokan jadi Tempat Budi Daya Lele - Tugujatim.id

Unik, Kampung di Surabaya Ini Sulap Selokan jadi Tempat Budi Daya Lele

  • Bagikan
Kader Lingkungan Kampung Ondomohen Magersari V Kota Surabaya, Masmulyono ketika menjaring ikan lele hasil budi daya dari selokan. Foto: Amanah Nur Asiah/Basra) tugu jatim
Kader Lingkungan Kampung Ondomohen Magersari V Kota Surabaya, Masmulyono ketika menjaring ikan lele hasil budi daya dari selokan. Foto: Amanah Nur Asiah/Basra)

SURABAYA, Tugujatim.id – Ide dan inovasi unik bisa dibilang ditunjukkan oleh warga Kampung Ondomohen Magersari V Surabaya ini. Demi menjaga agar lingkungan tetap bersih dan asri, mereka menyulap selokan untuk budi daya ikan lele maupun ikan nila.

Musmulyono, kader lingkungan Kampung Ondomohen Magersari V ini mengungkapkan, inovasi tersebut dibuat karena minimnya lahan kosong di kampungnya. Di mana pada awalnya, dirinya dan warga sekitar memanfaatkan air IPAL, dengan mendesain saluran pembuangan rumah tangga masuk ke dalam pipa, dan memanfaatkan ruang sisa dalam got untuk budidaya ikan.

“Awalnya yang jelas untuk penghijaun. Karena sebagian besar kampung diperkotaan itu kan gersang dan panas. Seiring program dari Pemkot Surabaya, warga juga mulai menanam. Nah untuk IPAL, kita manfaatkan untuk penyiraman tanaman, lalu di bawahnya kita manfaatkan untuk kolam ikan,” kata Musmulyono ketika ditemui Basra, partner Tugu Jatim, Rabu (18/8/2021).

Musmulyono mengaku, budidaya ikan tersebut dipilih sebagai upaya ketahanan pangan bagi warga sekitar.

Sekali Panen 30 Kg

Bahkan dalam sekali panen, ia dan warga bisa mendapatkan sekitar 30 kg ikan lele, dari hasil menebar 1.000 benih lele.

“Awal kita isi 1.000 benih, setelah agak besar kita pisah kita taruh di kolam lain. Karena ada tiga kolam disini dengan panjang 4 meter, lebar 50 cm, dan kedalaman 60 cm. Untuk panennya 3 bulan sekali, dan tingkat keberhasilannya itu sekitat 60%,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, jika hasil panen ikan lele tersebut nantinya akan dijual ke rumah makan atau restauran yang ada di sekitar kampung.

“Ketika panen dijual ke salah satu rumah makan. Kita belum bisa memasok lebih banyak, karena siklus pemeliharaan kita nggak banyak. Paling tidak sekali panen sekitar 600 ekor atau 30 kg. Nanti hasil penjualan itu untuk membeli bibit lagi, dan selebihnya untuk warga,” tambahnya.

Selain membudidayakan ikan, ia dan warga juga menanam aneka jenis sayuran dan buah dengan sistem hidroponik maupun aquaponik.

Untuk sayurannya ada sawi, pakcoy, selada, kankung, hingga bayam brazil. Sementara tanaman buah-buahannya ada sawo, mangga, belimbing, jambu darsono, buah kakau, tomat, terong, dan lain sebagainya.

“Jeruk nipis juga ada. Karena yang kita tanam adalah tanaman yang bermanfaat. Sehingga warga bisa memanfaatkannya. Apalagi kalau musim hujan tiba, kita manfaatkan lahan sempit untuk budidaya jamur,” tuturnya.

Bahkan ke depan, pihaknya berencana akan membudidyakan ikan gurami dan membuat inovasi lain untuk melestarikan lingkungan

“Kita juga sedang mencoba budidaya ikan gurami. Karen kalau gurami itu perlu kolam khusus. Jadi masih coba-coba,” pungkasnya.

 

Sumber: Berita Anak Surabaya

 

 

  • Bagikan