Wali Kota Kediri Imbau Warga Isoman Kategori OTG Dirawat di Ruang Isoter - Tugujatim.id

Wali Kota Kediri Imbau Warga Isoman Kategori OTG Dirawat di Ruang Isoter

  • Bagikan
Salah satu warga positif Covid-19 kategori OTG dicek kesehatannya oleh nakes di Kota Kediri. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Salah satu warga positif Covid-19 kategori OTG dicek kesehatannya oleh nakes di Kota Kediri. (Foto: Dokumen)

KEDIRI, Tugujatim.id – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengimbau warga terkonfirmasi positif Covid-19 atau termasuk orang tanpa gejala (OTG) agar dirawat di ruang isolasi terpusat (isoter). Seperti pada Rabu (18/08/2021), BPBD Kota Kediri menjemput 17 warga isoman positif Covid-19 untuk dibawa ke gedung Eks Balai Pelatihan Kerja (BLK) yang sudah disiapkan Pemkot Kediri pada awal Juli 2021.

Hal itu dilakukan mereka tinggal di lingkungan padat penduduk dan jarak rumahnya berdekatan, tidak masuk kriteria layak untuk digunakan isolasi mandiri (isoman). Adanya warga yang terkonfirmasi positif ditindaklanjuti pula dengan tracing dan testing kepada warga yang pernah kontak erat dengan pasien.

Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri, mengatakan, pemindahan ke ruang isoter merupakan hasil koordinasi dan kerja sama 3 pilar. Upaya ini dilakukan untuk mencegah adanya penyebaran pandemi yang ditimbulkan warga yang saat ini telah menjalani isoman.

“Hari ini ada 17 warga yang dipindah ke isoter. Sebab, mereka bermukim di lingkungan padat penduduk, maka tidak dimungkinkan untuk isoman. Sesuai imbauan pemerintah, untuk isolasi sebaiknya terpusat. Saya juga mengucapkan terima kasih atas koordinasi dari 3 pilar,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Mojoroto Bambang Tri Lasmono yang mendampingi Komandan Korem 082/CPYJ Mojokerto dan Komandan Kodim 0809 Kediri saat proses pemindahan 3 warga Kelurahan Bandar Lor, mengatakan, sebelum dibawa ke isoter, pihaknya bersama 3 pilar kelurahan dan puskesmas sudah melakukan pendekatan dan memberikan pengertian terhadap warga yang melakukan isoman.

“Dari warga menginginkan bisa di rumah, tapi kami kasih pengertian bahwa di isoter tempatnya juga layak sehingga mereka tidak keberatan. Mereka sebenarnya tidak ada gejala dan saturasinya juga bagus. Hanya kondisi rumahnya yang tidak memungkinkan untuk isoman di rumah,” paparnya.

Menurut data BPBD Kota Kediri, ruang isoter di BLK pada Rabu (18/08/2021), ada penambahan 17 pasien. Totalnya, terisi 21 pasien yang terdiri dari 8 laki-laki dan 13 perempuan. (*)

  • Bagikan