• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Aditya Irfani, penanggung jawab Sarijan Coffee, saat ditemui di lokasi kerjanya, Rabu (17/2/2022).

Aditya Irfani, penanggung jawab Sarijan Coffee, saat ditemui di lokasi kerjanya, Rabu (17/2/2022). (Foto: Damianus Darfin Mais & Frederikus Bintang Hayati)

Kampung Kafe Malang, Pikat Pelanggan dengan Menu Murah tapi Berkualitas

Herlianto A by Herlianto A
4 years ago
in Catatan, News, Wisata
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Damianus Darfin Mais & Frederikus Bintang Hayati, Mahasiswa Unitri Malang

Tugujatim.id – Kampung Kafe Malang di Dusun Dermo, Desa Mulyo Agung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menjadi salah satu tujuan ngopi yang paling dicari oleh para pengopi. Pasalnya, ada puluhan kafe atau warung kopi di kawasan tersebut. Sehingga pengopi dapat memilih mau nongkrong di mana yang paling sesuai dengan mood dan mungkin keadaan kantongnya juga.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Banyaknya warung kopi ini menjadi menarik bagi para pengopi, tetapi tidak bagi pemilik atau pengelola warung  tersebut. Semakin banyak warung kopi maka persaingan semakin ketat untuk memperoleh pelanggan. Karena itu, ada cara-cara tertentu yang dilakukan pengelola kafe untuk mempertahankan pelanggannya. Salah satunya dengan menyajikan menu yang berkualitas dan harga yang tidak terlalu mahal.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh Sarijan Coffe, salah satu warung kopi yang ada di kawasan Dermo. Aditya Irfani, selaku penangung jawab kafe berkonsep klasik tersebut menuturkan bahwa kualitas menu dan harga yang terjangkau menjadi salah satu cara untuk bisa bersaing dengan warung kopi lainnya.

06a21052 f6fe 456e 9839 f031ea4e6848
Suasana Sarijan Coffee, salah satu kafe yang ada di kawasan Dermo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (Foto: Damianus Darfin Mais & Frederikus Bintang Hayati)

“Tantangannya persaingan tiap warung kopi, tetapi yang terpenting bagaimana kita menunjukan kualitas menu kita itu. Jadi meskipun harganya mahal atau murah tatapi tetap menunjukan kualitas yang terbaik, maka bisa bertahan,” kata dia saat diwawancarai pada Rabu, (16/2/2022).

Menurut Aditya, menu minuman yang disajikan di kafenya boleh dibilang tidak terlalu mahal. Harganya masih cocok untuk kalangan mahasiswa. Namun demikian, kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan.

“Meskipun di sini (Sarijan Coffe), harganya murah tetapi kualitasnya bagus. Kalau menu kopi late yang diukir-ukir itu harganya Rp 15 ribu, dibandingkan dengan kafe-kafe yang lain harganya Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu,” jelasnya.

Sementara untuk jenis kopi dan minuman lainnya sangat beragam sesuai selera pasar. Selain itu, dia juga menceritakan ada berbagai jenis menu yang memang sangat diminati oleh pengunjung, yaitu kopi hitam dan kopi susu.

“Terkait menu yang disediakan di Sarijan Coffe ini bagian kopi ada kopi hitam, kopi susu, kopi cokelat, kopi jahe. Sedangkan yang es ada es susu, es coffee latte. Untuk minuman yang non kopi ada susu, susu sapi, susu kental manis. Menu yang banyak diminati pelanggan itu kopi hitam dan kopi susu,” tutur mahasiswa semester akhir tersebut.

Walaupun demikian, lanjut Aditya, semenjak pandemi melanda Malang Raya banyak pengusaha warung kopi yang gulung tikar. Berbagai kendala dialami mulai dari keuangan maupun minimnya orang yang datang ke warung kopi karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Masa pandemi ini sanggat berpengaruh terhadap pengusaha-pengusaha warung kopi. Apalagi perkuliahan online, pastinya pengujung sedikit yang datang untuk ngopi. Perbandingan pendapatan sebelum Covid-19 dengan sekarang sangat berbeda. Sebelum adanya Covid-19  pengunjung 100 persen perhari dan ketika munculnya Covid-19 menurun jadi 60 persen,” kata dia.

Adapun para pengunjung kafenya berasal dari berbagai macam daerah, bukan hanya dari Malang saja.

“Untuk para pengunjung di kafe ini berbagai macam daerah, ada yang dari luar Kota Malang, mahasiswa maupun masyarakat lainnya. Bahkan ada juga komunitas-komunitas dari Pasuruan yang singgah di sini,” jelas pemuda  asal Blitar itu.

Tags: Kabupaten MalangKampung KafePengopiwarung kopi
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Gunung Jawa Timur.

Gunung Jawa Timur Pemula Wajib Daki: View Oke, Track Nggak Nyiksa

by Dwi Linda
13/06/2026 11:41 AM
0

Tugujatim.id - Bagi kamu yang baru ingin mencoba hobi mendaki, ada banyak pilihan gunung Jawa Timur ini menawarkan pemandangan indah...

Bukit Bintang Pacitan.

Sunrise Bukit Bintang Pacitan: Lebih Bagus dari Bromo? Buktiin Sendiri

by Dwi Linda
13/06/2026 10:19 AM
0

PACITAN, Tugujatim.id – Bukit Bintang Pacitan mungkin belum sepopuler destinasi wisata lain yang lebih dulu viral di media sosial. Tapi...

Next Post
Dorce Gamalama

Dorce Gamalama Meninggal Dunia, Putrinya: Mohon Doa untuk Mama

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID