Kapolda dan Forkopimda Jatim Mengecek Posko Checkpoint Larangan Mudik di Tol Ngawi - Tugujatim.id

Kapolda dan Forkopimda Jatim Mengecek Posko Checkpoint Larangan Mudik di Tol Ngawi

  • Bagikan
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Forkopimda Jatim mengecek posko "checkpoint" penyekatan larangan mudik Lebaran di pintu keluar Tol Ngawi, Sabtu (08/05/2021).(Foto: Polda Jatim/Tugu Jatim)
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Forkopimda Jatim mengecek posko "checkpoint" penyekatan larangan mudik Lebaran di pintu keluar Tol Ngawi, Sabtu (08/05/2021).(Foto: Polda Jatim/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Setelah mengunjungi pos penyekatan di Jembatan Suramadu hingga mendapatkan informasi bahwa sebanyak 931 kendaraan telah diminta putar balik selama tiga hari, 06-08 Mei 2021, kebijakan larangan mudik atau operasi penyekatan diberlakukan pemerintah.

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur berlanjut mengecek posko “checkpoint” penyekatan larangan mudik Lebaran 2021 di pintu keluar Tol Ngawi. Masyarakat sendiri sudah memenuhi kewajiban dengan membawa surat tugas dari perusahaan dan surat keterangan bebas dari Covid-19 berupa “rapid test” antigen.

Salah satunya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengecek secara langsung kepada masyarakat yang melakukan perjalanan dengan memeriksa surat-surat tugas dari perusahaan maupun surat bebas Covid-19. Irjen Nico menyatakan, hari ini (08/05/2021) bersama Forkopimda Jawa Timur mengecek di posko “checkpoint” penyekatan larangan mudik lebaran 2021 di exit Tol Ngawi.

“Melaksanakan pengecekan bagi masyarakat yang akan mudik Lebaran pada tahun ini. Di mana mulai 06-17 Mei 2021 dilakukan penyekatan. Sementara personel yang terlibat, yakni gabungan dari TNI, Polri, dan pemda,” terangnya dari rilis yang diterima Tugu Jatim¬†Sabtu (08/05/2021).

Irjen Nico melanjutkan, telah melihat bahwa masyarakat sudah melaksanakan kewajiban dalam memenuhi administrasi. Yaitu, membawa surat keterangan bebas Covid-19 berupa hasil “rapid test” antigen dan membawa surat tugas pekerjaan dari instansi atau perusahaan masing-masing.

“Ada lima hal yang sudah saya diskusikan bersama gubernur dan Pangdam V Brawijaya. Pertama, terkait Salat Id, tempat wisata, daerah religi, kunjungan sanak saudara, dan daerah wisata religi,” lanjutnya.

Dia menegaskan bahwa dalam budaya di Indonesia setelah melaksanakan Lebaran, akan melakukan tradisi semacam “kupatan”. Kiranya seluruh masyarakat Indonesia bisa melaksanakan protokol kesehatan (prokes) dengan baik.

“Harapannya, pasca pelaksanaan mudik (pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, red), kasus Covid-19 agar tidak kembali naik dan meningkat,” tambahnya.

Selain itu, arus mudik Lebaran diprediksi pada 6-7 Mei 2021 lalu adalah puncak mudik Lebaran. Sedangkan untuk hari ketiga (08/05/2021) mengalami penurunan jumlah pemudik sekitar 40-50 persen.

“Diperkirakan akan kembali naik setelah 17 Mei 2021 pasca perayaan Lebaran, di mana masyarakat melakukan arus balik,” ujarnya.

  • Bagikan