Kasus Covid-19 di Kota Batu saat Ramadhan, Dewanti: Ada 2 Pasien Per Hari - Tugujatim.id

Kasus Covid-19 di Kota Batu saat Ramadhan, Dewanti: Ada 2 Pasien Per Hari

  • Bagikan
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dalam Rakor Evaluasi PPKM Mikro tahap 6 di Balai Kota Among Tani Kota Batu. (Foto: Diskominfo Kota Batu/Tugu Jatim)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko dalam Rakor Evaluasi PPKM Mikro tahap 6 di Balai Kota Among Tani Kota Batu. (Foto: Diskominfo Kota Batu/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Pertumbuhan kasus Covid-19 di Kota Batu pada pertengahan Ramadhan 1442 Hijriah yang berada dalam PPKM Mikro tahap 6 tak menunjukkan gejolak yang berarti. Hal itu diungkapkan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko usai Rakor Evaluasi PPKM Mikro tahap 6 pada Jumat (30/04/2021).

“Rata-rata penambahan kasus dalam PPKM Mikro tahap 6 hanya sebesar 2 pasien per hari atau berkurang 70 persen dari PPKM Mikro tahap 1,” ujar Dewanti.

Menurut dia, secara akumulatif, kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Batu juga terus mengalami peningkatan. Dia mengatakan, angka kesembuhan Covid-19 di Kota Batu mencapai 90 persen.

“PPKM Mikro tahap 6 di Kota Batu juga menunjukkan peningkatan zona hijau dan angka kesembuhan mencapai 90 persen,” ucapnya.

Rakor Evaluasi PPKM Mikro tahap 6 pada Jumat (30/04/2021).(Foto: Diskominfo Kota Batu/Tugu Jatim)(Foto:
Rakor Evaluasi PPKM Mikro tahap 6 pada Jumat (30/04/2021).(Foto: Diskominfo Kota Batu/Tugu Jatim)(Foto:

Dewanti menyebutkan, rata-rata kasus kematian dalam PPKM Mikro tahap 6 juga menunjukkan data yang positif, yaitu 0 kasus per hari.

“Sedangkan untuk ketersediaan tempat tidur di rumah isolasi di RS Kota Batu sebesar 41 persen atau naik 9,5 persen dari PPKM mikro tahap 5,” tuturnya.

Sementara selter atau rumah isolasi pasien Covid-19 milik Kota Batu yang berada di Hotel Mutiara Baru hanya terisi satu pasien.

“Ada satu selter di Kota Batu dengan kapasitas 230 pasien. Berdasarkan data terakhir hanya terisi 1 pasien,” paparnya.

Sebagai informasi, Dewanti mengatakan, sejauh ini vaksinasi Covid-19 di Kota Batu bagi tenaga kesehatan (nakes) masih mencapai 98,78 persen; bagi pelayan publik (70,3 persen); dan lansia (25,8 persen).

 

  • Bagikan