Kasus Covid-19 di Tuban Menurun, Satgas Tetap Imbau Warga Taat Prokes - Tugujatim.id

Kasus Covid-19 di Tuban Menurun, Satgas Tetap Imbau Warga Taat Prokes

  • Bagikan
Juru Bicara Satgas Gugus Tugas Bumi Wali, Endah Nurul Komariyah. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)
Juru Bicara Satgas Gugus Tugas Bumi Wali, Endah Nurul Komariyah. (Foto: Moch Abdurrochim/Tugu Jatim)

TUBAN, Tugujatim.id – Tren kasus Covid-19 di Kabupaten Tuban terbilang menggembirakan. Selain terjadi penurunan kasus, angka kesembuhan juga semakin tinggi. Berdasar data hingga Rabu (17/2/2021) ini, total sebanyak 2.570 pasien telah dinyatakan sembuh dari total keseluruhan 3.044 kasus.

Selain itu, kasus baru selama tiga hari terakhir ini tercatat hanya 11 saja. Ini menjadi motivasi warga Bumi Wali untuk optimis menang melawan virus yang pertama kali terdeteksi di Wuhan, China akhir tahun 2019 lalu.

Juru Bicara Satgas Covid- 19 Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyah mengatakan, dari jumlah kasus kumulatif di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah itu, yang masih mendapatkan perawatan medis ada 152 pasien, sedangkan 322 pasien yang meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif.

“Alhamdulillah kasus mulai turun, dan angka kesembuhan bertambah terus,” kata Endah kepasa awak media, Rabu (17/2/2021).

Meski demikia, masih kata perempuan yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinkes Tuban, berharap masyarakat tetap patuh dan taat terkait Protokol Kesehatan (Prokes). Karena, cara tersebut sangat disarankan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memutus mata rata penyebaran Covid-19.

“Saya harap bisa tetap patuhi Protkes,” ungkapnya.

Upaya pencegahan yang lainnya, saat ini Kabupaten Tuban juga menerapkan Pemberlakuan Pembatasan kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro. Sehingga keberadaan posko pengamanan sampai dengan RT hingga RW sebagai upaya pencegahan, penanganan, dan penanganan Covid-19.

Ia menerangkan penanganan Covid-19 di tiap desa akan berbeda sesuai dengan zonasi. Pada desa dengan Zona Merah akan dilakukan isolasi mandiri dan pengawasan ketat. Selain itu, lanjut dia, juga diterapkan pembatasan aktivitas warga, yang salah satunya meniadakan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan penularan Covid-19. (Mochamad Abdurrochim/gg)

  • Bagikan