• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
rafael alun tugu jatim

Pakar Kebijakan Publik Unair sekaligus Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unair, Gitadi Tegas Supramudyo. Foto: dok Unair

Kasus Harta Kekayaan Ditjen Pajak Rafael Alun, Momentum Reformasi Kebijakan LHKPN

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pemerintahan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kasus penganiayaan tersangka Mario Dandy Satrio terhadap David hingga berimbas terkuaknya ayah Mario yang merupakan seorang Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo masih terus menjadi sorotan publik.

Berawal dari gaya hidup Mario yang kerap memamerkan kendaraan mewah seperti mobil Jeep Rubicon dan motor Harley Davidson, masyarakat mencermati harta kekayaan ayahnya, Rafael Alun yang dinilai tak wajar sebagai pejabat Eselon III.

You might also like

DPRD Kota Malang

Serius! Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Segera Rancang Perda Pencegahan LBGT

17/07/2026 7:33 PM
Pemkot

Pemkot Surabaya Siapkan 3.270 Stand untuk PKL, Penataan Diupayakan Lebih Humanis

17/07/2026 6:45 PM

Pasalnya, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Kepala Bagian Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Jakarta Selatan II tersebut memiliki laporan harta kekayaan Rp56 miliar pada 2021.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding Direktur Jenderal Pajak, Suryo Utomo yang sebesar Rp14 miliar dan mendekati Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati sebesar Rp58 miliar.

Terbaru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyelidiki sumber harta Rafael Alun.

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kebijakan Publik Universitas Airlangga (Unari) Surabaya, Gitadi Tegas Supramudyo memberikan komentarnya.

Menurutnya, kasus pejabat yang memiliki harta kekayaan yang tak wajar sudah menjadi fenomena gunung es. Artinya, pejabat yang memiliki harta kekayaan tak wajar sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bagi publik, namun pejabat yang terlibat mampu menutupinya dengan berbagai rekayasa.

“Kalau kita lihat, fakta yang muncul adalah aset-aset tersebut tidak atas nama sendiri melainkan orang lain. Artinya, ada suatu bentuk penyembunyian aset dengan rekayasa LHKPN,” ujarnya.

Diketahui, ketika ditelusuri, mobil Jeep Rubicon Rafael Alun ternyata atas nama Ahmad Syarifudin warga Mampang Prapatan. Kemudian, KPK mengungkapkan bahwa Rafael mengaku mobil Jeep Rubicon tersebut bukan miliknya, melainkan telah dijual kepada sang kakak.

Lebih lanjut, Gitadi menjelaskan bahwa mencuatnya kasus Rafael membuat kepercayaan publik terhadap pemerintah semakin menurun, terlebih kepada jajaran Kementerian Keuangan. Sehingga akan berdampak pada pendapatan pajak negara.

“Ketika public distrust meningkat, kemudian ada penurunan keikhlasan dan kemauan masyarakat untuk bayar pajak. Tentu saja yang tersebut sangat berpengaruh,” paparnya.

Untuk itu, Gitadi mengingatkan agar pemerintah dapat melakukan upaya-upaya maksimal guna mengembalikan kepercayaan publik. Sebab, jika tidak segera ditambal dengan upaya yang konkret, maka akan menjadi masalah berkepanjangan.

Kendati demikian, menurut Gitadi, kasus Rafael Alun tersebut menjadi momentum yang tepat bagi LHKPN untuk melakukan perbaikan reformasi kebijakan.

“Sudah waktunya LHKPN untuk diperbaiki sehingga tidak akan ada lagi kasus yang penyembunyian aset dengan mengatasnamakan orang lain. Stakeholders seperti kepolisian, kejaksaan, dan KPK juga harus bersinergi untuk menulusuri kekayaan aset tak terduga dari pejabat publik,” ucapnya.

Selain itu, momentum ini juga menjadi acuan untuk memeratakan keadilan bagi setiap profesi yang sesuai dengan kapasitas, kontribusi, tugas, dan tanggung jawabnya dalam mengelola instansi. Walaupun masalah ketimpangan gaji dan tunjuangan yang diterima masih terjadi.

“Ini momentum yang tepat untuk memeratakan keadilan bagi profesi lain yang memiliki kontribusi masing-masing. Bisa kita lihat, profesi di bidang pendidikan paling kentara bentuk kesenjangannya,” tuturnya.

Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) tersebut mewanti-wanti agar tidak terjadi unsur politisasi dalam kasus ini. Mengingat saat ini Indonesia sedang mendekati tahun-tahun Pemilu. Stakeholders harus bekerja sama untuk menemukan data akurat yang dapat dimemperkuat sebagai sumber bukti.

Tags: kasus rafael alunrafael alunSurabaya
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

DPRD Kota Malang

Serius! Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Segera Rancang Perda Pencegahan LBGT

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 7:33 PM
0

Kota Malang, Tugujatim.id - Gaduh pencegahan LGBT di berbagai daerah ditanggapi serius oleh Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita....

Pemkot

Pemkot Surabaya Siapkan 3.270 Stand untuk PKL, Penataan Diupayakan Lebih Humanis

by Mochamad Abdurrochim
17/07/2026 6:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan 3.270 stand bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai bagian dari upaya penataan...

Eri Cahyadi

Eri Cahyadi Ancam Copot Pejabat yang Lambat Tangani Aduan Warga Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
16/07/2026 9:45 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Usai dua minggu rutin melakukan inspeksi langsung ke lapangan, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengambil langkah tegas...

DPRD Tuban

DPRD Tuban Soroti SILPA Rp485,69 Miliar, Dorong Optimalisasi Anggaran dan Peningkatan PAD

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 2:32 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – DPRD Tuban menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Dalam pembahasan tersebut,...

Next Post
haji tuban tugu jatim

Pemotretan Paspor 423 Calon Jemaah Haji Tuban Dijadwalkan Pekan Depan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID