TUBAN, Tugujatim.id – Sepanjang 2025, Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban mencatat 66 kejadian kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah. Angka kebakaran di Tuban tersebut menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang hampir menyentuh 100 kasus.
Kepala Bidang Damkar Tuban H. Sutaji menyampaikan bahwa menurunnya jumlah kebakaran tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dan peran aktif pemerintah desa dalam upaya pencegahan. Salah satunya melalui program penyediaan alat pemadam api ringan (apar) di lingkungan permukiman.
Baca Juga: Deteksi Dini Kerawanan, 100 Satlinmas di Malang Dibekali Skill Cegah Kebakaran
“Kalau dibandingkan tahun lalu, kejadian kebakaran 2025 ini menurun. Ini salah satunya karena desa-desa sudah mulai aktif melakukan pencegahan,” ujar Sutaji.
Dari hasil rekapitulasi Damkar Tuban, penyebab kebakaran sepanjang 2025 masih didominasi oleh gangguan kelistrikan. Dari total 66 kejadian, sekitar 39 kasus diduga dipicu oleh korsleting listrik. Gangguan instalasi, kabel yang tidak layak, hingga penggunaan listrik yang berlebihan menjadi faktor yang sering ditemukan di lapangan.
Selain kelistrikan, faktor kelalaian juga turut menyumbang terjadinya kebakaran di Tuban, di antaranya lupa mencabut colokan listrik, kompor yang tidak dimatikan, hingga penggunaan LPG yang kurang aman. Kondisi tersebut kerap terjadi di kawasan permukiman padat penduduk.

Berdasarkan wilayah, tiga kecamatan tercatat sebagai daerah dengan kejadian kebakaran terbanyak selama 2025, yakni Kecamatan Tuban, Kecamatan Semanding, dan Kecamatan Rengel.
Ketiga wilayah tersebut dikenal memiliki tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi, sehingga potensi kebakaran lebih besar jika tidak diimbangi dengan kesiapsiagaan. Sutaji menyebut, peran desa menjadi kunci dalam menekan angka kebakaran. Sejumlah desa telah menjalankan program “1 RT 1 APAR” dengan menyediakan alat pemadam di setiap rukun tetangga.

Program ini terbukti efektif, karena dalam beberapa kejadian, api sudah berhasil dipadamkan oleh warga sebelum petugas damkar tiba di lokasi.
“Beberapa laporan tetap masuk ke kami, tapi saat petugas datang, api sudah padam karena warga menggunakan apar,” jelasnya.
Baca Juga: Dugaan Korslet, Kebakaran Hanguskan Ruang Guru di SDN 1 Merjosari Malang
Meski tren kebakaran menurun, Damkar Tuban tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lengah. Sutaji menekankan bahwa kebakaran umumnya berawal dari api kecil. Jika ditangani dengan cepat dan tepat, potensi kebakaran besar dapat dicegah.
Eks Camat Bancar ini juga mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tidak justru merekam kejadian saat api mulai muncul. Warga diminta segera melakukan pemadaman awal secara aman dan melaporkan kejadian melalui layanan call center Damkar Tuban.
“Kalau ada kebakaran, segera lapor. Layanan kami gratis dan bisa diakses dengan mudah. Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat pula penanganannya,” pungkas Sutaji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








