TUBAN, Tugujatim.id – Setelah hampir 2 pekan penutupan Pasar Hewan di Kabupaten Tuban akibat kasus PMK yang tinggi. Hingga kini Pasar Hewan Tuban belum ada titik terang untuk dibuka kembali dalam waktu dekat. Apalagi kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang penyebarannya masih masif.
“Kemungkinan besar akan diperpanjang lagi penutupan pasar hewannya, Mas,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Endro Budi Sulistyo pada Jumat (17/06/2022).
Endro mengungkapkan, setelah 14 hari kerja, Pemkab Tuban bersama instansi terkait akan melakukan evaluasi. Apakah akan berlanjut penutupannya atau malah sebaliknya.

Untuk diketahui, populasi hewan sapi terbesar di Jawa Timur nomor dua adalah Tuban, setelah Sumenep. Berdasarkan pertimbangan itu, besar kemungkinan pemerintah akan mengambil langkah tetap pada keputusan sebelumnya.
Baca Juga:
Diduga Terjangkit Virus PMK, Sapi Limousin Milik Warga Semanding Tuban Mati
Antisipasi Penyebaran PMK, Polres Tuban Sekat 4 Titik Wilayah
“Meski begitu, keputusan di tangan pimpinan. Kami lihat nantinya seperti apa,” terangnya.
Sementara itu, berdasarkan data sebaran kasus PMK di Bumi Wali per Jumat (17/06/2022), ada 3.251 ekor hewan ternak yang terpapar virus ini. Dari jumlah tersebut, 9 ekor mati dan baru ada 668 ekor hewan yang sembuh.
Merespons hal itu, Pemkab Tuban mengambil keputusan untuk menutup sejumlah pasar hewan pada 31 Mei 2022. Langkah tersebut dilakukan untuk pengendalian dan penanggulangan kasus PMK yang kian hari semakin bertambah. Masa penutupan itu dimulai sejak 31 Mei-14 Juni 2022 dan dievaluasi sesuai kebutuhan.
—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim ,
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim