TUGUJATIM.ID – Konflik yang memanas di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama’ (PBNU) mendapatkan tanggapan dari sejumlah tokoh NU senior. Salah satunya dari Katib Aam Syuriah PBNU 2010-2015, KH Malik Madani.
Dalam catatan tertulisnya yang berisi tentang enam poin, pria yang juga akademisi dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta itu salah satunya menyarankan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekretaris Jenderal Syaifullah Yusuf dan Rais Aam KH Miftakhul Akhyar agar mundur secara bersama-sama. Tentu saja dengan mekanisme yang benar sesuai peraturan organisasi.
Berikut total 6 poin, usulan dari KH Malik Madani. Media ini sudah minta izin untuk mengunggah catatan KH Malik Madani.
1. Diakui atau tidak, situasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang kisruh sekarang ini adalah buntut dari drama kolosal Muktamar Alun-Alun Jombang tahun 2015. Di antara tokoh pemain lapangannya yang utama pada waktu itu adalah orang yang sekarang menjadi Ketum dan Sekjen PBNU. Rupanya persekutuan keduanya tidak ikhlas untuk membesarkan Nahdlatul Ulama (NU). Perjalanan waktu membuktikan hal itu.

2. Beberapa masalah yang menjadi kepentingan pribadi dan kelompok telah menyebabkan keduanya pecah kongsi. Akibatnya, tata kelola organisasi lumpuh. Contoh, surat keputusan (SK) pengesahan pengurus wilayah dan cabang terbengkalai dan tidak kunjung diterbitkan.
3. Turun tangannya Rais Aam KH Miftakhul Akhyar dengan dalih membersihkan PBNU dari pengaruh Zionis internasional tidak mendinginkan situasi, bahkan semakin memperparah konflik, karena dilakukan dengan cara-cara yg tidak mengindahkan tata aturan organisasi yang benar.
BACA JUGA: Muncul di Pertemuan PWNU se-Indonesia, Gus Yahya Belum Terima Surat Permintaan Mundur
4. Ketiga tokoh di atas adalah titik-titik simpul konflik di PBNU sekarang ini. Ketiganya wajib muhasabah yang berlanjut dengan kesediaan mereka untuk mundur dari posisi pimpinan PBNU secara elegan melalui cara yang sah secara organisatoris.
5. Muktamar harus segera dilaksanakan dengan catatan ketiganya tidak boleh mencalonkan diri atau dicalonkan, karena mereka telah gagal menakhodai NU dengan benar, bahkan nyaris membawa NU ke jurang perpecahan.
6. Tokoh-tokoh berpengalaman yg berintegritas, seperti Prof Dr KH.Ma’ruf Amin dan Prof.Dr.Asep Saifuddin Chalim dan lain-lain sangat layak untuk memimpin NU ke depan.
Aduhai NU ku! Sedih hatiku melihat lukamu yang sangat parah lantaran ulah mereka-mereka yang tak mampu mengendalikan nafsu birahi kekuasaan! Ya Allah ya Rabb! Lindungi organisasi kami tercinta dari makar mereka!
“Demikian butir-butir pemikiran ini kami sampaikan, semoga dapat dipertimbangkan!” tutup KH Malik Madani, dalam keterangan tertulisnya.
BACA JUGA: Gus Yahya: Saya Tidak Akan Mundur, Tidak Ada Alasan
Diberitakan sebelumnya, Syuriyah PBNU pada Jumat (21/11/2025) mengeluarkan risalah keputusan yang meminta Gus Yahya mundur dalam waktu tiga hari sejak keputusan diterima.
Perlu diketahui, dari dokumen hasil Rapat Harian Syuriyah PBNU yang beredar, tertuang keputusan penting terkait posisi Ketua Umum PBNU. Dalam risalah rapat proses musyawarah menghasilkan keputusan strategis menyangkut Yahya Cholil Staquf.
Surat itu ditandatangani Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan dihadiri 37 dari 53 anggota Pengurus Harian Syuriyah.
Dalam risalah tersebut, terdapat tiga poin alasan yang menjadi dasar permintaan mundur, antara lain:
• Kehadiran bersangkutan yang disebut terkait jaringan Zionisme Internasional dalam program kaderisasi AKN NU.
• Dugaan pelanggaran tata kelola keuangan PBNU.
• Potensi tindakan yang dinilai mencederai marwah organisasi.
Selain meminta pengunduran diri, risalah juga mencantumkan opsi pemberhentian jika dalam tiga hari tidak ada respons.
Merespons hal ini, KH Yahya Cholil Staquf mengumpulkan para Ketua Pimpinan Wilayah (PW) di Surabaya, sabtu malam (22/11/2025). Setelah acara, pria yang akrab disapa Gus Yahya ini menyatakan menolak untuk mengundurkan diri karena tidak ada alasan dia untuk mengundurkan diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Irham Thoriq
Editor: Darmadi Sasongko








