• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi orang yang sedang menggertakkan gigi (burxism)/tugu jatim

Ilustrasi orang yang sedang menggertakkan gigi (bruxism). (Foto: Pinterest)

Kebiasaan Menggertakkan Gigi, 6 Hal Ini Penyebabnya

Herlianto A by Herlianto A
5 years ago
in News, Tips
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Menggertakkan gigi atau bruxism adalah kebiasaan menggesekkan gigi rahang bawah dan atas dengan kuat sehingga terdengar bunyi yang keras. Terkadang Anda melakukannya secara tidak sadar pada siang atau malam hari ketika tidur (sleep bruxomania). Kebiasaan ini bisa jadi mengganggu Anda, juga orang lain.

Dampak yang dihasilkan dari bruxism tidak main-main. Dikutip dari halodoc, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan gangguan seperti gigi patah, longgar, gangguan pada rahang, sakit kepala, dan lain-lain.

You might also like

Specta Flora Festival.

BALOGA Jadi Tuan Rumah Specta Flora Festival 2026, Perkuat Kota Batu sebagai Kota Florikultura

03/07/2026 6:11 PM
PT Unicomindo.

Sengketa Sampah Berlanjut, PT Unicomindo Tagih Utang Pemkot Surabaya Rp104,24 M lewat Surat Peringatan

03/07/2026 3:06 PM

Orang-orang biasanya tidak menyadari bahaya bruxism hingga merasakan dampaknya yang besar. Penting sekali untuk mengetahui penyebabnya. Berikut ini 6 penyebab kebiasaan menggertakkan gigi.

1. Warisan secara Genetik

Bruxism berpotensi dialami oleh orang yang memiliki garis keturunan yang punya kebiasaan tersebut.  Kebiasaan itu rupanya bisa diwariskan. Misalnya, seorang anak yang bruxism bisa jadi mengikuti gen orang tuanya yang juga demikian.

2. Merasa Cemas atau Marah

Menggertakkan gigi bisa disebabkan oleh gangguan psikologis. Ketika seseorang cemas, marah, stres atau mengalami tekanan, maka kadang tanpa sadar menggertakkan gigi. Kebanyakan dokter mengatakan bahwa stres merupakan penyebab utama bruxism.

Dikutip dari hellosehat.com,  kebiasaan menggertakkan gigi saat tidur menjadi pertanda anak mengalami bullying. Sebuah penelitian mengamati remaja usia 13-15 tahun yang terkena bullying lebih berpotensi mengalami bruxism dibanding yang tidak mengalaminya.

Pada orang dewasa, bruxism dialami karena permasalahan yang membuatnya cemas dan tertekan.  Dalam kegiatan sehari-hari mungkin ada hal yang memicu emosi menjadi tidak stabil, cemas, marah, stres, hingga otot menjadi tegang. Ketegangan otot rahang itulah yang menyebabkan gigi saling beradu.                                                   

3. Gangguan Tidur

Orang yang memiliki gangguan tidur seperti sleep apnea atau sleep paralysis (ketindihan) juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami bruxism.  Sleep apnea sendiri adalah gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan berhenti sesaat. Sedangkan sleep paralysis adalah gangguan tidur yang sering disebut dengan ketindihan. Di mana seseorang tidak mampu bergerak dan berbicara saat terbangun dari tidur atau ketika hendak tidur.

4. Pengaruh Kepribadian

Orang-orang yang memiliki ciri kepribadian yang agresif, kompetitif dan hiperaktif rentan mengalami bruxism. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, kebiasaan itu berhubungan dengan emosi seseorang.

Orang-orang yang memiliki kepribadian ini biasanya kuat dan tidak ingin kalah. Ini bisa memicu kecemasan jika yang diinginkan tidak sesuai ekspektasi.

5. Gaya Hidup yang Tidak Sehat

Gaya hidup juga dapat memengaruhi kebiasaan bruxism. Orang yang memiliki gaya hidup tidak sehat seperti merokok, narkoba,  dan mengonsumsi minuman berakohol dapat mengalami kebiasaan tersebut.

6. Menderita Penyakit Tertentu

Bruxism bisa disebabkan karena penyakit asam lambung, epilepsi, parkinson, dan demensia. Ini terjadi karena penyakit tersebut berhubungan dengan kondisi emosional dan fungsi otak seseorang.

Seperti asam lambung yang berhubungan dengan kecemasan yang berlebihan, epilepsi yang bisa diakibatkan oleh trauma, parkinson yang menyebabkan tingkat dopamine (hormon pengendali emosi) menurun, dan demensia yang ditandai penurunan fungsi otak.

 

Tags: BruxismKebiasaan Menggertakkan GigiPenyebab Bruxism
Herlianto A

Herlianto A

Related Stories

Specta Flora Festival.

BALOGA Jadi Tuan Rumah Specta Flora Festival 2026, Perkuat Kota Batu sebagai Kota Florikultura

by Dwi Linda
03/07/2026 6:11 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Specta Flora Festival (SFF) 2026 yang digelar di Batu Love Garden (BALOGA) menjadi ajang kolaborasi untuk mengangkat...

PT Unicomindo.

Sengketa Sampah Berlanjut, PT Unicomindo Tagih Utang Pemkot Surabaya Rp104,24 M lewat Surat Peringatan

by Dwi Linda
03/07/2026 3:06 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - PT Unicomindo kembali menagih kewajiban pembayaran sebesar Rp104,24 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Penagihan dilakukan melalui...

Curanmor

Polda Jatim: Waspadai Modus Curanmor Diangkut Pikap hingga Pelaku Menyamar Saat Beribadah

by Mochamad Abdurrochim
03/07/2026 2:04 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus baru pencurian kendaraan...

Jawa Timur

Udara Kabur Disertai Kelembapan Ekstrem Hingga 99 Persen, Cuaca Jawa Timur Picu Risiko Lingkungan dan Kesehatan

by Mochamad Abdurrochim
03/07/2026 9:02 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Jumat (03/07/2026) tidak hanya didominasi udara kabur, tetapi juga ditandai oleh tingkat kelembapan...

Next Post
Ilustrasi orang bermain gadget/tugu jatim

Jarang Diketahui, 4 Aplikasi Ini Mempermudah Hidup Anda

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID