Kejari Siap Usut Dugaan Mafia Pita Cukai di Bea Cukai Kabupaten Pasuruan - Tugujatim.id

Kejari Siap Usut Dugaan Mafia Pita Cukai di Bea Cukai Kabupaten Pasuruan

  • Bagikan
Mafia pita cukai. (Foto: Humas Bea Cukai Pasuruan/Tugu Jatim)
Ilustrasi rokok ilegal yang diamankan bea cukai. (Foto: Humas Bea Cukai Pasuruan)

PASURUAN, Tugujatim.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan mengungkapkan siap mengusut kasus mafia pita cukai rokok yang melibatkan oknum Bea dan Cukai Pasuruan. Diduga ada permainan penjualan pita cukai rokok kedaluwarsa dan manipulasi laporan pabrik rokok fiktif di Pasuruan.

Kajari Kabupaten Pasuruan Ramdhanu Dwiyantoro mengakui ramainya kasus mafia pita cukai di Bea dan Cukai dibicarakan masyarakat. Meski begitu, kini pihaknya masih belum bisa bergerak karena belum adanya data yang dikumpulkan. Kejari membutuhkan bukti yang kuat terkait dugaan mafia pita cukai rokok di Pasuruan.

“Kalau sudah ada datanya, langsung saya periksa,” tegas Ramdhanu saat dikonfirmasi Selasa (28/12/2021).

Pihak kejari masih menunggu adanya laporan resmi dari masyarakat yang punya bukti-bukti lengkap terkait dugaan permainan pita cukai rokok. Jika dirasa sudah punya bukti cukup, nantinya kasus dugaan mafia pita cukai rokok di Pasuruan akan diusut hingga tuntas.

“Kami jamin akan ditangani kasus permainan pita cukai. Apalagi jika masyarakat punya bukti-bukti yang kuat terkait dugaan adanya permainan pita cukai rokok,” imbuhnya.

Awalnya mencuatnya kasus ini disuarakan oleh pengurus Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Pasuruan yang menguak adanya permainan pita cukai yang melibatkan oknum Bea dan Cukai Pasuruan. Modusnya, para pengusaha rokok yang sudah bangkrut membuat laporan fiktif untuk bisa dapat jatah pita cukai rokok dan meminta jatah kuota pita cukai lebih. Tentunya dengan melobi petugas bea cukai.

Setelah diberi kuota pita cukai berlebih, diduga para mafia menjualnya ke pengusaha rokok lainnya. Ironisnya, ada pula dugaan jika mereka menjual pita rokok kedaluwarsa untuk dipasarkan ke luar Jawa.

Secara terpisah, Kasubsi Penyidikan KPPBC Pasuruan Nanang Sekti W. masih enggan memberikan tanggapannya. Nanang merasa jika kasus ini bukan bagian dari tupoksi divisinya.

“Konfirmasi ke bagian humas saja, beliau lebih pantas untuk memberi statement. Bukan tupoksi saya untuk menjawab,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan adanya mafia yang mempermainkan pitacukai kedaluwarsa di Pasuruan mulai terendus. Diduga kasus tersebut melibatkan oknum pegawai Bea Cukai Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP A) Kabupaten Pasuruan.

Modus yang digunakan adalah menjual kembali pita cukai yang sudah kedaluwarsa dengan harga lebih murah. Menurut seorang pengurus Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Pasuruan yang enggan disebut namanya, pita cukai kedaluwarsa sejak 2016 ini dijual lagi dan ditawarkan kepada masyarakat.

Ada sebanyak tiga rim pita cukai kedaluwarsa yang pernah dijual. Tiap satu rimnya dihargai Rp 10 jt.

“Saya ditawari pita cukai rokok kedaluwarsa dengan harga murah. Per rimnya dia mintanya Rp 10 juta. Waktu itu ada dua sampai tiga rim pita cukai kedaluwarsa,” ujarnya pada Rabu (22/12/2021).

  • Bagikan