MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kekerasan terhadap anak masih ditemui di Kabupaten Mojokerto. Data dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto menyebutkan bahwa sepanjang Januari hingga April 2025, sudah terdapat 10 kasus.
Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, memang terjadi penurunan 3 kasus kekerasan terhadap anak pada tahun ini. Sementara kasus yang paling banyak mendominasi adalah kekerasan seksual.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Seto Mulyadi: Kesadaran Masyarakat Berani Melapor
Masih kata DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto, kasus yang terjadi sepanjang Januari hingga April 2025 meliputi kekerasan fisik terhadap anak sejumlah 3 kasus, lalu kekerasan psikis sejumlah 1 kasus, kemudian kekerasan seksual sejumlah 5 kasus dan kekerasan lain sejumlah 1 kasus.
“Tahun ini hingga April 2025 tercatat 10 kasus, kasus kekerasan seksual paling menonjol,” terang Kabid Perlindungan Anak DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Muhammad Yunus Senin (19/05/2025).
Pada periode yang sama pada 2024, ada total 13 kasus kekerasan terhadap anak. Data tersebut turut didominasi oleh kekerasan seksual yang tembus 9 kasus, sementara sisanya adalah 2 kasus kekerasan lain, 1 kasus kekerasan fisik, dan 1 kasus kekerasan psikis. Sedangkan data pada Januari hingga Desember 2024, angka kekerasan anak di Kabupaten Mojokerto tercatat sejumlah 37 kasus.
“Kekerasan seksual masih mendominasi pada tahun lalu sejumlah 22 kasus, lalu 4 kasus kekerasan fisik, ada 7 kasus kekerasan psikis dan 4 kasus kekerasan lain,” sambung Yunus.
Faktor Kasus Kekerasan Anak
Faktor pendorong utama atas kasus kekerasan seksual terhadap anak, lanjut Yunus, berasal dari perhatian orang tua yang kurang serta pengaruh negatif media sosial. “Selain sebab keluarga kurang perhatian kepada anak, pengaruh media sosial itu luar biasa,” tandasnya.
Sebagai upaya antisipasi, Yunus berpandangan bahwa perlu sosialisasi masif akan pentingnya pemahaman seksual terhadap anak. Hal ini dipandang penting sebagai bentuk edukasi terhadap anak akan pentingnya proteksi diri.
“Kami sudah sering sosialisasi soal pemahaman seksual itu. Kami juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendidik putra-putrinya. Juga pengetahuan mereka perihal seksual terus kami gencarkan,” tutur Yunus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati







