• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Yani Suharto memegang alat water guard di green house miliknya. Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim

Yani Suharto memegang alat water guard di green house miliknya. Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim

Kembangkan Sistem Suplai Air, Petani Mojokerto Lolos Pameran Tingkat Nasional

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Setiap tanaman butuh air sebagai sumber kehidupan, khususnya bagi tanaman yang dibudidayakan tentu butuh air dengan sistem pengairan yang memadai agar tanaman dapat tumbuh subur dan sehat.

Berangkat dari hal itu, Ichwan Hermawan bersama kakaknya, Yani Suharto tergerak membuat sistem pengairan terpadu. Sistem pengairan tersebut dinamakan water guard. Fungsinya menjaga tanaman tetap mendapat aliran air tanpa repot-repot menyirami secara manual.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

“Secara sederhana kami namakan water guard. Kalau pake alat ini jadi gak perlu repot-repot menyirami secara manual. Biasanya kalau punya tanamam kan harus disirami beberapa kali dalam sehari,” terang Ichwan, pada Senin (22/5/2023).

WhatsApp Image 2023 05 22 at 11.59.43 1
Water Guard. Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim

Ichwan mengembangkan alat penyiram ini selama lima tahun. Waktu tersebut digunakan untuk mencari referensi sumber rujukan seperti jurnal ilmiah dari kampus. “Kami butuh lima tahun mulai ide awal sampai alatnya siap beroperasi. Kami mencari referensinya juga dari hasil penelitian, jurnal ilmiah dari kampus,” beber warga Tempuran, Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur itu.

Uniknya, water guard milik Ichwan tidak menggunakan listrik atau baterai untuk beroperasi. Cara kerja water guard sendiri adalah mengalirkan air dari tandon ke dalam bak tampung. Saat air di bak tampung mencapai ketinggian 3 cm, maka secara otomatis suplai air ke dalam bak tampung berhenti. Lalu, saat air di dalam bak tampung habis, tandon akan kembali menyuplai air ke dalam bak tampung. Dengan demikian, karena otomatis, efisiensi waktu penyiraman tanaman dapat tercapai.

“Sistem water guard ini otomatis. Saat mengisi bak tampung dan saat bak tampung kosong, semua otomatis. Jadi demi efisiensi waktu penyiraman, enaknya di situ (efisiensi waktu),” imbuh pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur itu.

WhatsApp Image 2023 05 22 at 11.59.44 1
Water Guard. Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim

Ichwan menjelaskan, dengan persediaan satu tandon air berisi 200 liter air, cukup digunakan untuk mengaliri sekitar 100 pot tanaman. Pria sekaligus Direktur PT Fath Agro Lestari Sidoarjo ini ingin menyebarkan semangat mudah berkebun.

Hebatnya, dari alat pengontrol suplai air ini, PT Fath Agro Lestari milik Ichwan Hermawan dan kakaknya, Yani Suharto akan mengikuti gelaran Pameran Pembangunan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Nasional pada 10-15 Juni 2023 nanti.

Acara yang digelar oleh Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini akan berlangsung di Kawasan Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Sumatera Barat.

WhatsApp Image 2023 05 22 at 11.59.43
Water Guard. Foto: Hanif Nanda/Tugu Jatim

Nantinya, dua tanaman akan dibawa pada pameran yang direncanakan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo itu, yaitu cabe carolina reaper dan buah tin.

Tags: berita mojokertoBerita Mojokerto hari iniMojokertosistem airsistem suplai air
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
etle tugu jatim

2 CCTV ETLE di Jalan Pangsud Kota Pasuruan Tak Kunjung Beroperasi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID