• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
kemendikbud tugu jatim

Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan Unesa, Madlazim. Foto: Humas Unesa

Kemendikbud Bebaskan Mahasiswa Untuk Skripsi, Universitas Negeri Surabaya Sudah Terapkan Sejak Pandemi Covid-19

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) secara resmi tidak mewajibkan mahasiswa S-1 dan D-4 untuk menyelesaikan skripsi sebagai syarat tugas akhir, pada Selasa (29/8/2023).

Namun, syarat tersebut akan dilimpahkan kepada masing-masing Kepala Program Pendidikan (Kaprodi) setiap kampus.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

Kebijakan baru ini juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) No 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

Menanggapi kebijakan tersebut, Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyatakan bahwa telah menerapkannya sejak lama, yakni dimulai dari pandemi Covid-19.

“Kalau di Unesa mulai menerapkan itu sejak pandemi Covid-19 yakni skripsi diganti dengan membuat artikel ilmiah. Kemudian mahasiswa yang memiliki prestasi di berbagai kompetisi bergengsi tingkat nasional dan internasional diberikan apresiasi, salah satunya dibebaskan skripsi,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan Unesa, Madlazim, pada Kamis (31/8/2023).

Tugas akhir mahasiswa Unesa bisa diganti dengan laporan dari program latihan hingga capaian prestasi. Hal itu juga berlaku untuk proyek inovasi.

Lebih lanjut, akademisi yang juga menjadi Guru Besar FMIPA tersebut juga menyatakan bahwa kebijakan itu berlaku pada mahasiswa berprestasi dan memiliki proyek di semua prodi dan fakultas.

“Seperti pada Maret 2023 lalu ada dua mahasiswa yaitu Desi Rahmawati dan Sinta Pramudya Kusuma Wardani dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan yang lolos ke Pimnas. Nah, mereka dibebaskan skripsi. Tugas akhirnya cukup dengan laporan prestasi mereka,” bebernya.

Kendati demikian, menurut Madlazim, kebijakan yang diterapkan oleh Kemendikbud RI ini cukup progresif karena dapat mendorong mahasiswa untuk berinovasi dan berkreasi melalui karya atau proyek. “Kalau didalami, kebijakan ini sebenarnya mendorong mahasiswa untuk mendaratkan ilmu dan kompetensi keprodiannya serta menjawab tantangan dan menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Izzatun Najibah
Editor: Lizya Kristanti

Tags: berita Surabayaberita Surabaya hari iniKemendikbudmahasiswa bebas skripsiSurabaya
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
lbh surabaya tugu jatim

LBH Surabaya Kecam Guru SMPN 1 Sukodadi Lamongan yang Cukur Rambut Belasan Siswi

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID