JEMBER , Tugujatim.id – Upaya memperkuat perlindungan terhadap para pekerja rumah tangga, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) Veronica Tan menyatakan dedikasi pemerintah dalam memajukan standar dan keamanan kerja bagi tenaga kerja rumah tangga, terutama kaum perempuan.
Veronika menjelaskan bahwa dalam kurun waktu lima tahun belakangan ini, Kementerian PPPA telah mengimplementasikan peta jalan pengembangan “Care Economy” sebagai strategi untuk mengangkat martabat profesi perempuan di bidang perawatan dan tugas-tugas rumah tangga.
Baca Juga: Rayakan Tradisi, Bule Berbagai Negara Kepincut Ikut Festival Egrang Tanoker Jember
“Tidak sedikit perempuan yang awalnya berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi, namun kemudian menghentikan karir mereka setelah memasuki jenjang pernikahan dan memiliki keturunan. Akan tetapi, kontribusi domestik mereka tidak mendapat pengakuan resmi, meskipun sesungguhnya mereka adalah pengelola rumah tangga yang sesungguhnya,” ungkapnya ketika hadir dalam acara Festival Egrang di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Jember, Sabtu (26/07/2025).
Melalui Care Economy tersebut, Kementerian PPPA berupaya menyediakan program pelatihan sehingga para pekerja terlatih nantinya akan mendapatkan sertifikat. Adapun sejumlah pelatihan meliputi, pekerjaan domestik, baby sitter, dan perawat orang tua.
Dengan adanya sertifikasi yang memenuhi standar, diharapkan para pekerja perempuan dapat memperoleh akses terhadap proteksi ketenagakerjaan, mencakup jaminan sosial dan layanan kesehatan.
“Tujuan kami adalah memastikan mereka tidak sekadar bekerja, melainkan juga mendapat perlindungan yang layak. Selama ini, ketika pekerja domestik mengalami cedera saat bertugas, mereka tidak dapat mengakses layanan BPJS. Inilah yang sedang kami benahi,” terang Veronika.
Dia menyampaikan bahwa program pelatihan telah diselenggarakan di berbagai wilayah seperti Batam, dengan menjalin kemitraan bersama Kementerian Ketenagakerjaan, Balai Latihan Kerja, serta organisasi perlindungan pekerja migran.
Para partisipan tidak hanya memperoleh keahlian teknis, tetapi juga pemahaman mengenai hak dan tanggung jawab dalam lingkungan kerja.
Sebagai langkah implementasi perdana, Veronika menyebutkan bahwa pihaknya sedang menyiapkan pengiriman tahap awal 200 pekerja caregiver bersertifikat ke Singapura. Mereka akan menjalankan tugas sesuai prosedur yang berlaku dengan mendapat dukungan dan supervisi dari KBRI.
“Di negara-negara lain terdapat permintaan yang tinggi karena fenomena populasi yang menua. Indonesia memiliki sumber daya manusia yang diperlukan, dan ini merupakan kesempatan ekonomi yang sangat besar jika dipersiapkan secara optimal,” katanya.
Menurutnya, apabila program ini mencapai kesuksesan, Indonesia tidak hanya akan menjadi penyedia tenaga kerja perempuan, tetapi juga akan menetapkan standar baru untuk profesi caregiver yang berkualitas dan bermartabat.
Wakil Menteri PPPA itu menekankan bahwa penguatan bidang perawatan harus diiringi dengan pembangunan ekosistem yang mendukung perempuan, termasuk kehadiran pusat penitipan anak dan komunitas pengasuhan di level desa.
Dia menekankan bahwa pembangunan sektor ekonomi perempuan tidak dapat berjalan secara terpisah. Diperlukan ekosistem sosial yang mendukung, mulai dari pola asuh, pendidikan anak, hingga pelatihan kewirausahaan yang berbasis komunitas.
Melalui program Care Economy, Veronika mengharapkan kesejahteraan dan perlindungan bagi pekerja perempuan, khususnya di sektor informal, dapat mengalami peningkatan yang berarti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








