Ketua BAN S/M: Sejak Zonasi, Orang Tua Murid Tak Targetkan Sekolah Favorit

  • Bagikan
Ketua BAN Sekolah/Madrasah, Dr Toni Toharuddin MSc ketika memberikan materi dalam forum Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 Batch 2 melalui Zoom Meeting, Selasa (14/6/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim)
Ketua BAN Sekolah/Madrasah, Dr Toni Toharuddin MSc ketika memberikan materi dalam forum Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 Batch 2 melalui Zoom Meeting, Selasa (14/6/2021). (Foto: Rizal Adhi/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN S/M), Dr Toni Toharudin MSc, mengatakan jika sejak pemberlakuan pendaftaran sekolah berdasarkan zonasi membuat para orang tua tidak menargetkan anaknya sekolah di sekolah favorit lagi.

“Keinginan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah favorit itu makin menurun. Contohnya di Bandung untuk masuk ke SMAN 3 itu menurun, tetapi beralih ke SMA yang lain yang ada di zonasinya misalnya SMAN 8. Sehingga SMAN 3 yang favorit itu sudah bukan yang luar biasa dibandingkan dengan SMA yang lain,” terangnya saat memberikan materi dalam Fellowship Jurnalis Pendidikan Batch 2 yang digagas oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) dan PT Paragon Technology and Innovation pada Selasa (15/06/2021) melalui aplikasi Zoom Meeting.

Dengan fakta ini, Toni menyebut hal itu akan membuat akselerasi setiap sekolah di zonasi tersebut menjadi semakin termotivasi untuk terus meningkatkan akreditasinya.

“Pemerintah juga secara tidak langsung harus memenuhi standar kualitas tertentu di seluruh sekolah yang ada,” tegasnya.

Oleh karena itu, peraih tittle doktoral dari Groningen Universitas, Belanda, ini mengatakan bahwa zonasi tersebut sebenarnya membuat jajaran lembaga akreditasi bergembira ketika diterapkan oleh Pak Muhadjir Effendy. Karena dengan zonasi itu membuat semangat para sekolah untuk menaikkan akreditasi semakin besar.

“Artinya ketika sekolah itu berada di zona tertentu dan akreditasi sekolah tersebut sangat kurang, sementara tuntutan dari masyarakat agar anaknya sekolah di sekolah favorit, maka sekolah tersebut akan bersemangat meningkatkan nilai akreditasi,” ungkapnya.

“Sebetulnya memang zonasi ini dilakukan idealnya jika standar kualitasnya sama. Terapi walaupun demikian, kami tidak mempermasalahkan itu, dan nilai positifnya sekolah-sekolah tersebut memiliki standar yang sama di zona-zona tertentu,” pungkasnya.

  • Bagikan