JEMBER, Tugujatim.id – Buntut pengunduran Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember M. Thamrin, Bupati Muhammad Fawait menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Zainollah untuk memastikan keberlanjutan pelayanan kesehatan di wilayah yang melayani tujuh kabupaten/kota.
Di kesempatan tersebut, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengharapkan keberadaan pemimpin di PMI yang baru dapat membuat terobosan donor darah hingga ke pelosok desa dan pesantren.
Baca Juga: Ketua PMI Jember Thamrin Mundur sebelum Masa Jabatan Habis
Dia menekankan peran strategis PMI Jember mengingat Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi berdasarkan SK Gubernur menjadi rumah sakit rujukan bagi tujuh kabupaten/kota di wilayah sekitar Jember, meliputi Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, dan Kabupaten/Kota Probolinggo.
“Keberadaan (PMI Jember, Red) menjadi sistem pendukung bagi sektor kesehatan untuk melayani masyarakat, tidak hanya di Kabupaten Jember, melainkan di tujuh kabupaten/kota di sekitarnya,” ujar Gus Fawait pada Senin (25/08/2025).
Gus Fawait mengaku, sebelumnya dia menerima surat dari PMI Provinsi Jawa Timur pada Jumat pagi (22/08/2025) yang memberitahukan pengunduran diri ketua PMI Jember. Setelah itu, dilakukan diskusi untuk mencapai kesepakatan.
“Alhamdulillah sudah ada titik temu sehingga hari ini langsung saya serahkan surat Plt kepada Bapak Sekretaris untuk melanjutkan sampai ada kepengurusan definitif,” ungkap Fawait.
Fokus Pengembangan Hidupkan Kembali Klinik di Jubung
SK Plt PMI Kabupaten Jember Zainollah tersebut berlaku maksimal satu bulan. Tapi, bupati optimis proses pemilihan ketua definitif dapat diselesaikan lebih cepat. Mengenai kualifikasi ketua baru, Gus Fawait menekankan pentingnya figur yang mampu memajukan PMI Kabupaten Jember dan menjalin sinergi baik dengan pemerintah kabupaten, terutama dalam mendukung program kesehatan dan kebencanaan.
Salah satu fokus yang akan dikembangkan adalah menghidupkan kembali klinik di Jubung yang sempat tidak aktif. Plt yang baru ditunjuk telah menyampaikan rencana terobosan dengan menggalakkan program donor darah hingga ke pesantren-pesantren dan melibatkan berbagai komunitas serta organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah, LDII, NU, Muslimat, Laskar Sholawat, dan Srikandi.
“Selama ini jujur, kalau di desa saya belum banyak mendengar kegiatan donor darah. Plt akan menyampaikan program ini ke desa-desa untuk melakukan aksi donor darah dengan menggandeng banyak kelompok masyarakat,” harap Bupati Fawait. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








