• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar. Foto: Rochim/Tugu Jatim

Ketua PWNU Jatim Jelaskan Pentingnya Berguru

Lizya Kristanti by Lizya Kristanti
3 years ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim), KH Marzuki Mustamar menjelaskan pentingnya bersanad atau berguru. Hal itu ia sampaikan saat Harlah ke-25 Pondok Pesantren (Ponpes) Sunan Bejagung, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Minggu (4/8/2023).

“Barang siapa yang tidak mempunyai guru, maka imamnya adalah setan,” ucapnya mengutip Ulama Tasawuf, Imam Abu Yazid Al-Busthami yang wafat pada 874 Masehi.

You might also like

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

13/06/2026 2:25 PM
UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

13/06/2026 7:00 AM

“Makanya, masyayikh di Ponpes NU pasti berguru dulu baru berani belajar, karena keterangan dari gurunya,” ucap Marzuki.

Masih kata Marzuki, berguru merupakan salah satu ciri khas ponpes. “Pondok pesantren memiliki ciri khas dalam menerapkan kurikulum, dalam pendidikan menggodok para santrinya. Salah yang paling kentara adalah memiliki ciri khas bersanad,” jelasnya.

Selain berguru, tambah dia, ciri khas lain dari ponpes adalah kitab yang diajarkan masih asli. Bisa dilihat dan disaksikan saat ikut mengaji, para kiai menggunakan kitab lama karena itu dulu didapatkan dari awal kiai belajar.

“Makanya kalau belajar ke Timur Tengah, ngaji dulu ke masyayikh di Nusantara. Khawatirnya yang di sana sudah ada perubahan,” pesannya.

Ciri khas ponpes yang ketiga adalah kiai atau pengasuh ponpes berasal dari nusantara guna mengetahui kondisi dari umatnya.

“Contoh paling mudah, kenapa salat tarawih NU kadang tak kurang dari 20 menit? Karena apa? Kiai kita tahu masyarakat kita banyak pekerja, petani, dan lainnya. Kalau kita dipaksa lama, maka khawatir keesokan harinya tidak balik,” terangnya

Penjelasan Marzuki disepakati oleh Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. “Begitu besar kontribusi dari ulama nusantara untuk dunia. Makanya, benar yang disampaikan Kiai Marzuki, karya ulama kita dipakai di Timur Tengah. Harusnya kita harus pelajari lebih dulu pesantren kita,” ucapnya.

Hal itu Khofifah dapati saat mengunjungi Perpustakaan Nasional Arab Saudi. Di sana, pimpinan perpustakaan itu memperlihatkan karya ulama nusantara, yakni kitab tafsir karya Syeikh Mahfudz At Tarmasi. Di mana kitab itu masih menjadi rujukan bahkan masuk dalam kurikulum doktoral di King Abdul Aziz University.

Tags: berita Tubanberita Tuban hari iniKabupaten Tubanketua pwnu jatimPWNU Jatim
Lizya Kristanti

Lizya Kristanti

Related Stories

Sekolah Rakyat di Blitar.

Bangunan Sekolah Rakyat di Blitar Capai 70 Persen, Cari Calon Siswa Sulit Terkendala Izin Orang Tua

by Dwi Linda
13/06/2026 2:25 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Pembangunan proyek strategis nasional Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Kauman, Kota Blitar, kini mencapai progres fisik lebih...

UM

9.218 Mahasiswa UM Siap Mengabdi Lewat Program UM BBM 2026

by Mochamad Abdurrochim
13/06/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Sebanyak 9.218 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama...

UNEJ

Mahasiswa UNEJ Sulap Limbah Kulit Kopi Jadi Snack Bar Kaya Antioksidan

by Mochamad Abdurrochim
10/06/2026 10:30 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pangan (THP) Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ berhasil mengembangkan ChocoCara Bar. Chococara...

Siswa di Kota Blitar.

15 Ribu Siswa di Kota Blitar Tak Dapat MBG Imbas Transfer BGN Macet, 8 SPPG Stop Beroperasi

by Dwi Linda
09/06/2026 9:03 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Sebanyak 15.000 hingga 16.000 siswa di Kota Blitar sementara waktu tidak menerima pasokan Program Makan Bergizi Gratis...

Next Post
Vihara Dana Maitreya Surabaya Gaungkan Pola Hidup Sehat Lewat Bazar Vegan

Vihara Dana Maitreya Surabaya Gaungkan Pola Hidup Sehat Lewat Bazar Vegan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID