Khilafatul Muslimin Ikrar Setia NKRI, Wali Kota Surabaya: Kita Berikan Pekerjaan

Khilafatul Muslimin Ikrar Setia NKRI, Wali Kota Surabaya: Kita Berikan Pekerjaan

  • Bagikan
Perwakilan Khilafatul Muslimin, Khoiri Hidayat, ketika diwawancarai media.
Perwakilan Khilafatul Muslimin, Khoiri Hidayat, ketika diwawancarai media. (Foto: Rahman Hakim/Tugu Jatim)

SURABAYA, Tugujatim.id – Sebanyak 300 pengikut Khilafatul Muslimin Surabaya Raya menegaskan untuk menjunjung tinggi Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka mengikuti deklarasi kebangsaan bersama yang digelar Forkopimda di Balai Pemuda, Jumat, (1/7/2022).

Perwakilan warga Khifalaful Muslimin, Khoiri Hidayat, menyampaikan bahwa dengan digelarnya deklarasi kebangsaan ini, pihaknya membuktikan bahwa khilafatul muslimin bukanlah negara melainkan jemaah.

“Kami juga bukan ideologi tapi ajaran (Islam). Khilafatul muslimin ini bukan kembali ke NKRI. Kami dari dulu sejak diumatkan kekhalipahan 18 juli 1997 itu kami menjunjung tinggi Pancasila dan Undang Undang Dasar itu karena kami hidup di sini,” kata Khoiri.

Khoiri menegaskan, karena Khilafatul Muslimin hidup di Negara Indonesia, pihaknya menjunjung tinggi Pancasila. Begitu pula, warga Khilafatul yang hidup di negara lain. Misalnya di Malaysia akan menjunjung dasar negaranya.

“Warga khilafah yang hidup di jepang atau dimana-mana akan menjunjung sesuai negara,” jelasnya.

“Justru kaum khilafah ini melaksanakan ajaran Islam ini karena pingin negeri kami ini diberkahi oleh Allah,” imbuhnya.

Sementara Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menuturkan Pemkot Surabaya bersama Polrestabes Surabaya akan membina warga Khilafatul Muslimin yang juga bagian dari masyarakat Surabaya. Pihaknya memberi pekerjaan, seperti warga Surabaya lainnya.

“Kami tak hanya memberikan deklarasi langsung selesai. Ketika sebagian dari mereka masuk kedalam Masyarakat Penghasilan Rendah (MBR). Yang terus kami berikan pekerjaan sama seperti warga surabaya lainnya,” ujarnya.

Eri menyampaikan, Pemkot Surabaya tidak memberlakukan berbeda. Sebab, pihak Khilafatul Muslimin menyampaikan bahwa mereka menjunjung tinggi pancasila dan NKRI

“Kita pantau terus karena sebenarnya ajaran itupun adalah ajaran yang asnamul jannah. Tadi juga ada NU dan Muhammadiyah untuk memastikan itu,” pungkasnya.

Deklarasi ini dihadiri oleh Forkopimda Jatim, di antaranya Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Ketua MUI Jatim dan sejumlah toko agama.

 


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan