JEMBER, Tugujatim.id – Setiap sore usai jam pelajaran berakhir, seorang siswi SMP berusia belasan tahun mengayuh sepeda tua miliknya menuju lereng-lereng curam yang menantang.
Perjalanan sejauh 50 kilometer menuju Gunung Gambir telah menjadi rutinitas hariannya, meski harus dilakukan dengan sepeda sederhana yang hanya memiliki dua tingkat percepatan.
Melinda Aprilia, nama gadis asal Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember ini, memulai perjalanan luar biasanya di dunia balap sepeda sejak masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar.
Awalnya, ketertarikannya muncul karena sering menemani ayahnya yang gemar bersepeda. Aktivitas yang dimulai sebagai hobi keluarga ini perlahan berkembang menjadi passion yang mengubah hidupnya.
“Waktu itu saya masih pakai sepeda biasa dengan gear terbatas. Setiap kali menghadapi tanjakan, rasanya seperti mendorong beban yang sangat berat,” kenang Melinda pada Rabu (16/7/2025).
Dari sekadar mengikuti kegiatan fun bike lokal, Melinda mulai memberanikan diri mengikuti kompetisi kecil-kecilan. Kesempatan emas datang ketika ia berhasil meraih posisi ketiga dalam lomba tingkat kabupaten di Lumajang.
Pencapaian ini semakin membakar semangatnya untuk terus berlatih dan mengasah kemampuan. Namun, jalan menuju kesuksesan tidaklah mulus. Tantangan terbesar datang dari rumah sendiri, di mana ibunya sangat menentang aktivitas bersepeda yang dianggap terlalu berisiko, apalagi untuk seorang gadis remaja.
BACA JUGA: Annisa Srikandi Terminal, dari Guru Jadi Kondektur Bus Surabaya-Jember Demi Masa Depan Anak
Dunia balap sepeda yang didominasi kaum pria membuat kekhawatiran sang ibu semakin besar. “Ibu pernah menyembunyikan sepeda saya di loteng rumah agar saya berhenti bersepeda. Beliau khawatir karena saya sering ikut perjalanan jauh bersama ayah, dan pesertanya kebanyakan orang dewasa,” ungkap Melinda mengenang masa-masa sulitnya.
Beruntung, setelah diskusi panjang dengan keluarga, sang ibu akhirnya mengizinkan dengan syarat aktivitas bersepeda tidak boleh mengganggu pendidikan. Dukungan keluarga ini menjadi kunci penting bagi Melinda untuk terus mengembangkan bakatnya.
BACA JUGA: Kisah Relawan Medis RS Kapal: Dari Dihantam Ombak Saat Operasi Pasien Hingga Kiriman Hasil Bumi
Latihan intensif Melinda tidak hanya terbatas pada rute Gunung Gambir. Ia kerap mengikuti perjalanan lintas daerah seperti Jember-Situbondo, bahkan hingga Banyuwangi. Dalam perjalanan tersebut, Melinda sering menjadi satu-satunya peserta berusia remaja di tengah kelompok pesepeda dewasa.
Tantangan yang lebih berat datang ketika ia mencoba rute timur menuju Rembangan. “Pesepeda di Jember biasanya terbagi dua jalur: barat ke Gunung Gambir dan timur ke Rembangan. Saya lebih suka tantangan Rembangan karena lebih berat,” cerita Melinda dengan mata berbinar.
Titik balik karier Melinda terjadi ketika Aries Bawon, Ketua Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jember, memperhatikan kemampuannya dan menyarankan untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Meski menghadapi lawan-lawan yang berusia SMA, Melinda yang masih berstatus SMP berhasil meraih juara pertama.
BACA JUGA: Skadron Udara 32 Misi Angkutan Udara Latihan Sikatan Daya 2025, Sosok Pilotnya Menyita Perhatian
Prestasi gemilang berlanjut di ajang Porprov Jawa Timur 2025, di mana Melinda berhasil mempersembahkan medali emas dari nomor MTB cross country olympic (XCO) putri. Tidak hanya itu, bersama Agit Adafi dan Chesta Ardiona, ia juga meraih medali perak dalam nomor beregu cross country team relay (XCR).
Pencapaian yang luar biasa ini menjadi bukti bahwa kerja keras dan dedikasi dapat mengalahkan segala keterbatasan. Dari sepeda sederhana hingga podium tertinggi, perjalanan Melinda menginspirasi banyak orang bahwa impian dapat diwujudkan dengan tekad yang kuat.
Di usianya yang masih sangat muda, Melinda memiliki potensi besar untuk terus mengharumkan nama Jember di ajang-ajang Porprov mendatang. Kisahnya menjadi teladan bahwa passion dan kerja keras dapat membawa seseorang meraih puncak kesuksesan, meskipun dimulai dari kondisi yang sangat sederhana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








