Kisah Istri ABK asal Kota Batu yang Menanti Kepulangan Suaminya yang Terdampar di Pulau Guam - Tugujatim.id

Kisah Istri ABK asal Kota Batu yang Menanti Kepulangan Suaminya yang Terdampar di Pulau Guam

  • Bagikan
Luluk Zuraida bersama Rani, istri Ali (duduk), saat ditemui di kediamannya di Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Luluk Zuraida bersama Rani, istri Ali (duduk), saat ditemui di kediamannya di Kota Batu. (Foto: M. Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

BATU, Tugujatim.id – Hingga kini keluarga dari para anak buah kapal (ABK) MV Voyager asal Indonesia begitu berharap menanti kepulangan mereka. Salah satunya seperti yang dirasakan keluarga dari Ali Akbar Cholid, 27, warga Kelurahan Sisir, Kota Batu.

Saat Tugu Malang, partner Tugu Jatim, berkunjung ke rumah Lulu Zuraida, ibu Ali, dia tampak sabar menggendong cucunya. Dia tak menyangka cucunya tersebut tidak bisa bertemu dengan ayahnya saat membuka matanya kali pertama. Bocah itu kemudian diberi nama Muhammad Akbar Bintang.

”Padahal, kami berencana ayahnya yang kali pertama memotong rambutnya,” kisah Luluk di rumahnya, Jumat (29/10/2021).

Selama ini, dia pun ikut berkomunikasi dengan anaknya itu lewat ponsel. Sesekali meski dalam komunikasi itu diselingi dengan guyon, Luluk tetap merasa sedih merasakan anaknya tak bisa pulang di sana.

”Meski kelihatannya gak susah, tapi saya yakin di sana pasti susah,” tuturnya.

Hal senada dikatakan istri Al, Rani Septi Ridwan, yang berharap banyak suaminya bisa dibantu segera pulang. Selama ini, dia juga tak kurang-kurang untuk mencari bantuan kesana-kemari. Namun, dia hanya sekadar diberi janji.

”Sampai sekarang pun gak ada wujudnya. Bilangnya hanya segera diproses terus. Kan kasihan sudah 5 bulan hanya hidup di atas kapal,” jelasnya.

Para ABK asal Jatim meminta untuk segera bisa dipulangkan ke Indonesia. Mereka telah terlantar di Pulau Guam selama 5 bulan terakhir. (Foto: Dokumen) tugu jatim
Para ABK asal Jatim meminta untuk segera bisa dipulangkan ke Indonesia. Mereka telah terlantar di Pulau Guam selama 5 bulan terakhir. (Foto: Dokumen)

Rani mengisahkan, Ali memang lulusan sekolah pelayaran. Sejak lulus pada 2017, Ali memang sering berlayar wara-wiri di kawasan ASEAN. Sekitar pada 2020, mereka menikah dan dikaruniai anak yang saat itu dia tinggal masih usia 4,5 bulan dalam kandungan.

”Pikir saya, antar kapal itu paling setengah bulan. Gak sampai kandungan besar, eh ternyata kok sampai sekarang gak bisa pulang-pulang. Baru kali ini kayak gini,” ujarnya sedih.

Tapi berbekal kesabaran, Rani mencoba bersabar karena keluarganya sedang diuji masalah.

”Setidaknya komunikasi kami lancar setiap hari. Dia selalu nanyain putranya ini,” kisahnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 9 anak buah kapal (ABK) asal Jawa Timur telah terlantar di Pulau Guam, Amerika Serikat, selama 5 bulan dan tak bisa pulang ke Indonesia. Hingga kini, mereka terkatung-katung di atas kapal MV Voyager asal Kanada yang diduga kabur dan tak bertanggung jawab memulangkan mereka.

Berdasar informasi yang dihimpun, 9 WNI asal Jawa Timur tersebut terdiri dari 4 orang warga Kota Malang, 2 warga Kota Batu, dan sisanya warga Sidoarjo, Blitar, dan Lumajang. Selama 5 bulan, kebutuhan harian mereka seperti makan dan minum terbantu oleh salah satu agensi kapal di sana.

Para ABK ini mengaku tidak memiliki uang sepeser pun. Bos pemilik kapal ini diduga kabur karena tak bisa menggaji para ABK dan juga tak bisa memulangkan mereka.

Saking kalutnya, mereka sampai membentangkan spanduk di badan kapal dengan pesan tulisan yang menyayat hati.

We want to repatried, to be paid our salaries (5 months). Our family at home into danger. No income for living & study fee. Our mentality completely down. Our family needs our support,” tulis mereka.

  • Bagikan